Arti dan Makna Amma Ba'du dalam Khutbah beserta Cara Penggunaannya

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Dalam kegiatan keagamaan, seperti ceramah atau khutbah pasti dibuka dengan kalimat basmalah dan sholawat. Kemudian, sebelum melanjutkan ke pembahasan berikutnya, seorang penceramah atau khatib sering kali terdengar mengucap kalimat amma ba’du.
Amma ba’du selalu digunakan sebagai kalimat penyambung pada sebuah mukadimah atau kata pengantar. Mengutip buku Eksiklopedia Ibadah Jumat yang ditulis Wawan Shofwan Sholehudin, amma ba’du artinya “Adapun setelah itu”.
Kalimat ini biasa diucapkan oleh Rasulullah SAW setelah mengucapkan dua kalimat syahadat dalam tahmid. Hal ini sebagaimana diterangkan dalam hadits Bukhari yang artinya:
“Dari Al-Miswar bin Makhramah, ia mengatakan, ‘Rasulullah SAW berdiri (berkhotbah) maka aku mendengar setelah beliau ber-tasyahud mengucapkan ‘Amma ba’du’.” (HR. Al-Bukhari)
Secara harfiah, amma ba’du menjadi pemisah atau fashlul khithab antara pembahasan sebelumnya dengan bahasan berikutnya. Kalimat amma ba’du tidak khusus diucapkan dalam khutbah saja, tetapi dapat juga dalam permulaan surat dan karya tulis Arab.
Dilansir melalui laman Nu Online, menurut Syekh Ibrahim Al-Baijuri yang mengutip dari kitab Al-Awa’il, dari hadist Abu Musa Al’Asy’ari menyatakan bahwa yang pertama kali mengucapkan amma ba’du adalah Nabi Daud as.
“Terjadi perbedaan pendapat pada masalah siapa yang pertama kali mengucapkan itu (kalimat amma ba’du) dengan beberapa pendapat. Yang paling mendekati kebenaran adalah Nabi Dawud AS (sebagai yang pertama)” (Ibrahin Al-Baijuri, 53-54)
Kalimat ini pun akhirnya secara turun-temurun diwariskan dalam tradisi ceramah, pidato, dan sambutan-sambutan lain di kalangan bangsa Arab dan bertahan hingga saat ini. Seiring berkembangnya agama Islam, kalimat amma ba'du ikut tersebar luas termasuk ke Indonesia.
Penggunaan Kalimat Amma Ba’du
Kalimat amma ba'du bisa diucapkan setelah kalimat pujian kepada Allah SWT sebelum menerangkan masalah yang akan dibahas. Sebagaimana yang pernah dilakukan oleh Rasulullah SAW pada saat berkhutbah.
Puspa Swara dan Syamsul Rizal Hamid dalam bukunya 1500++ Hadis & Sunah Pilihan, Aisyah RA menuturkan bahwa pada suatu sore Rasulullah SAW berkhutbah. Mula-mula beliau mengucapkan puji dan syukur kepada Allah SWT, selanjutnya beliau bersabda, “Amma Ba’du, apakah gerangan yang telah menimpa banyak kaum lelaki sehingga mereka berani mensyaratkan hal-hal yang tidak terdapat di dalam kitabullah?” (HR. Lima Imam Hadis)
Dalam riwayat lain yang dikutip dari buku Ringkasan Shaih Bukhari oleh Atma Endris, dari Amr bin Taghlib bercerita bahwa Rasulullah diberi sejumlah harta dan beliau membagikannya kepada sebagian orang. Kemudian Rasulullah mendengar sebagian orang yang tidak mendapatkan harta itu mencelanya.
Maka Rasulullah memuji dan memuja Allah SWT lalu berkata, “Amma ba’du, demi Allah sesungguhnya aku benar-benar telah memberikan bagian kepada seseorang dan sebagian yang lain tidak mendapatkannya. Sungguh orang yang tidak aku beri adalah orang yang lebih aku cintai dari pada mereka yang mendapatkan bagian. Aku memberikan bagian kepada yang mendapatkannya karena menurutku ada kegelisahan dan kecemasan dalam hati mereka dan aku melihat bahwa mereka yang tidak aku beri hatinya memiliki kelapangan dan kebaikan. Di antara mereka adalah Amir bin Taghlib.” (HR. Bukhari)
(IMR)
