Konten dari Pengguna

Arti Ghuluw dan Bahaya yang Ditimbulkannya dalam Ajaran Islam

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

·waktu baca 1 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kubah Masjid. Foto: Freepik
zoom-in-whitePerbesar
Kubah Masjid. Foto: Freepik

Islam selalu mengajarkan kepada umatnya untuk tidak bersikap secara berlebihan, termasuk dalam beragama. Menurut syariat Islam, sikap berlebihan disebut juga sebagai ghuluw.

Prof Quraish Shihab dalam buku Apa, Mengapa, Bagaimana Wasathiyyah menyebutkan bahwa ghuluw artinya (dalam berbagai bentuk) ketinggian yang tidak biasa atau sesuatu yang berlebihan. Ghuluw disebutkan dalam beberapa ayat Alquran, salah satunya berbunyi:

يٰٓاَهْلَ الْكِتٰبِ لَا تَغْلُوْا فِيْ دِيْنِكُمْ وَلَا تَقُوْلُوْا عَلَى اللّٰهِ اِلَّا الْحَقَّۗ

Artinya: “Wahai Ahli Kitab! Janganlah kamu melampaui batas dalam agamamu, dan janganlah kamu mengatakan terhadap Allah kecuali yang benar…” (QS. An Nisaa: 171)

Sikap ghuluw juga diterangkan dalam hadits, Nabi Muhammad SAW bersabda: "Wahai seluruh manusia, hindarilah ghuluw (pelampauan batas) dalam keberagamaan. Karena yang membinasakan (umat) sebelum kamu adalah ghuluw dalam ke beragamaan." (HR Ibnu Majah)

Arti Ghuluw

Masjid. Foto: Freepik

Ibnu Faris mengatakan dalam kitabnya yang berjudul Maqayis Al-Lughah, ghuluw artinya suatu hal yang tingginya berlebihan dan melampaui batas. Kata ghuluw berasal dari tiga huruf, yakni ghain, laam, dan waw.

Sedangkan menurut Ghala as-Si'r dalam kitabnya yang berjudul Ash-Shihah, ghuluw atau ghala ar-rajulu fi al-amri ghuluwan artinya orang yang melakukan tindakan-tindakan yang melampaui batas-batasnya.

Ahli bahasa lainnya, Al-Jauhari, mendefinisikan bahwa ghuluw-nya seseorang adalah apabila ia melakukan tindakan-tindakan yang melampaui batas.

Bahaya Sikap Ghuluw dalam Beragama

Ada banyak hadits Rasulullah SAW yang melarang umatnya untuk bersikap ghuluw, khususnya dalam hal beragama. Berikut adalah bahaya yang akan ditimbulkan apabila memiliki sikap ghuluw dalam beragama.

Alquran. Foto: Freepik
  1. Dari Ibnu Abbas, “Rasulullah SAW berkata pada hari Aqabah (hari melempar jumrah pertama), "Kemarilah, ambilkan untukku kerikil." Maka aku ambilkan untuk beliau beberapa kerikil untuk melempar. Setelah beliau letakkan kerikil-kerikil itu di tangannya beliau bersabda, "Ya seperti itulah (lemparlah). Dan hati-hatilah, janganlah kalian berlebihan (ghuluw) dalam beragama, karena sesungguhnya sikap berlebihan dalam agama itu telah menghancurkan orang-orang sebelum kalian." (HR. Ibnu Majah)

  2. Dari Abdullah bin Mas'ud, dia berkata bahwasannya Rasulullah bersabda mengenai hal ini sebanyak tiga kali, "Celakalah al-mutaniththi'un!". Imam An-Nawawi mengatakan, “Celakalah al-mutaniththi'un maksudnya adalah celakalah orang-orang yang berlebih-lebihan dan melampau batas dalam ucapan dan perbuatan mereka."

  3. Diriwayatkan oleh Abu Dawud bahwasannya Rasulullah bersabda, "Janganlah memberat-beratkan (tasyaddud) terhadap diri kalian, sehingga Allah akan memberatkan diri kalian. Karena sesungguhnya satu kaum telah memberat-beratkan diri mereka sendiri, lalu Allah memberatkan mereka. Mereka kini tersisa di kuil-kuil dan tempat-tempat peribadatan mereka. Sebagaimana firman Allah,"Dan mereka mengada-adakan rahbaniyyah (kerahiban) padahal kami tidak mewajibkannya kepada mereka." (QS. Al-Hadid: 27)

  4. Dari Abu Hurairah, Rasulullah bersabda, "Sesungguhnya agama ini mudah, dan tidaklah ada seseorang yang mempersulitnya (memberat-beratkannya), kecuali mereka akan diberatkan dengan sendirinya. Maka beramalah dengan cara pertengahan (tidak berlebihan dan tidak mengurangi), mendekatlah (kepada yang benar), dan berilah kabar gembira, dan minta tolonglah di pagi hari dan petang, dan ketika sebagian malam tiba." (HR. Bukhari)

(NDA)