Arti Hareudang dalam Bahasa Gaul Sunda dan Kosakata Percakapan Lainnya

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Bagi pengguna aplikasi TikTok kata hareudang pasti sudah tidak asing lagi. Kata ini sering terdengar dalam potongan lagu yang kerap dijadikan musik latar belakang video TikTok yang bunyinya “hareudang hareudang hareudang, panas panas panas.”
Mengutip buku Kamus Bahasa Sunda oleh Pesona Bahasa, hareudang berasal dari bahasa Sunda, yang artinya gerah. Umumnya, kata hareudang digunakan untuk mengekspresikan suasana yang panas.
Orang Sunda sering mengungkapkan kata hareudang apabila suhu cuaca terasa menyengat dan menyebabkan tubuh kepanasan hingga berkeringat.
Bahasa Sunda Gaul
Selain 'hareudang', ada banyak bahasa sunda yang digunakan anak muda di sosial media. Antara lain:
1. Naon
Dalam bahasa Indonesia, kata naon memiliki arti 'apa'. Penggunaan kata naon sama seperti 'apa' sebagai kata tanya.
2. Aing
Jika diterjemahkan dalam bahasa Indonesia, aing memiliki arti 'aku'. Dalam bahasa sunda kata tersebut tergolong bahasa yang kasar. Tetapi di kalangan anak muda, kata aing sudah biasa digunakan.
3. Maneh
Kebalikan dari kata aing, maneh artinya 'kamu'. Kate maneh juga tergolong kata yang kasar sehingga lebih banyak digunakan kalangan anak muda atau orang-orang terdekat.
4. Atuh
Sebenarnya kata atuh dalam bahasa Sunda tidak mempunyai makna yang berarti. Jika diterjemahkan dalam bahasa Indonesia, kata atuh artinya sama seperti 'dong'.
5. Ceunah
Arti kata ceunah jika diterjemahkan dalam bahasa Indonesia adalah 'katanya'. Kata ini sangat populer di media sosial, khususnya Twitter dan Instagram.
Kosakata Sunda Sehari-hari
Selain bahasa Sunda gaul, terdapat banyak kosakata Sunda yang digunakan sehari-hari, seperti dikutip dari buku Kamus Bahasa Sunda oleh Pesona Bahasa. Berikut di antaranya:
Abdi = saya
Aakang = kakak
Aya = ada
Alit = kecil
Babaturan = teman
Baheula = dahulu
Barudak = anak muda
Bogoh = cinta
Bade kamana = mau kemana (?)
Ceurik = menangis
Deudeuh = sayang
Dieu = sini
Enjing = besok
Gampil = gampang
Geulis = cantik
Hatur nuhun = terima kasih
Iraha = kapan
Kadieu = kesini
Kaditu = kesitu
Kamari = kemarin
Kasep = ganteng
Kunaon = kenapa
Mangga = silahkan
Ngeunah = enak
Permios = permisi
Puguh = jelas
Punten = permisi, maaf
Sadayana = semuanya
Saha = siapa
Sakalian = sekalian
Sakedap = sebentar
Teu = enggak
Tong = jangan
Waktos = waktu
Wilujeng siang = selamat siang
Wilujeng sonten = selamat sore
(EAR)
