Arti Ibu Persit, Julukan untuk Para Istri Anggota TNI AD

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ibu Persit adalah sebutan untuk para istri anggota-anggota TNI AD. Istilah Persit berasal dari singkatan “Persatuan Istri Tentara”. Mereka yang dijuluki Ibu Persit tergabung dalam organisasi istri TNI AD bernama Persit Kartika Chandra Kirana.
Wanita yang menikah dengan abdi negara umumnya akan terikat dengan aturan-aturan tertentu pada instansi tempat suaminya bekerja. Begitu pula istri anggota TNI AD yang secara otomatis tergabung dalam Persit Kartika Chandra Kirana.
Melalui Persit Kartika Chandra Kirana, para istri TNI AD diharapkan mampu memberi dukungan terhadap tugas-tugas suaminya. Tidak hanya itu, mereka juga dituntut untuk mengembangkan potensi diri lewat berbagai aktivitas.
Untuk lebih memahami maksud dari Ibu Persit beserta sejarah berdirinya organisasi persatuan istri TNI AD ini, simak ulasannya berikut ini.
Arti Ibu Persit dan Sejarah Organisasinya
Dirangkum dari buku TNI Angkatan Darat dalam Gambar terbitan PT. Passimas Jaya Abadi, Ibu Persit adalah sebutan untuk para istri anggota TNI AD. Persit sendiri merupakan singkatan dari “Persatuan Istri Tentara”.
Wanita yang menikah dengan anggota TNI AD secara otomatis akan menjadi bagian dari Persit Kartika Chandra Kirana (Persit KCK). Organisasi ini dianggap sebagai wadah bagi para istri prajurit dalam mengembangkan potensi dirinya.
Mengutip laman Persit Pusat, organisasi ini muncul karena timbulnya kesadaran di kalangan istri TNI sebagai pendamping suami yang sedang berjuang mempertahankan negara.
Karena dinilai memiliki pengaruh penting bagi kinerja anggota TNI AD, didirikanlah organisasi bernama Persatuan Kaum Ibu Tentara (PKIT) pada 3 April 1946 oleh Ny. Ratu Aminah, istri Kolonel Hidayat Kepala Staff Komandemen I.
Sejak terbentuk menjadi organisasi, istri prajurit TNI AD telah menyelenggarakan berbagai aktivitas, mulai dari menjahit, membuat tanda pangkat pejuang, menjadi juru rawat dalam PMI, dan masih banyak lagi.
Pada 15 Agustus 1946, PKIT mengadakan konferensi untuk mempersatukan organisasi istri tentara dari berbagai daerah di Indonesia. Dalam konferensi tersebut, nama PKIT pun diubah menjadi Persit.
Setiap tahunnya, Persit selalu mengadakan kongres secara bergilir dari satu kota ke kota lain. Pada kongres ke-8 Persit tahun 1964 di Jakarta, nama Persit resmi diubah menjadi Persit Kartika Chandra Kirana.
Tugas Anggota Persit Kartika Chandra Kirana
Diambil dari buku Yudhagama: Issues 8-12 terbitan TNI AD, Persit Kartika Chandra Kirana telah dianggap sebagai partner terpercaya TNI AD dalam membantu setiap pelaksanaan program kerjanya. Berikut tugas-tugas Persit Kartika Chandra Kirana seperti tertulis dalam laman Persit Pusat.
Menghayati dan mengamalkan Pancasila dan UUD 1945.
Membantu tugas pembinaan TNI-AD secara mental, fisik, kesejahteraan, dan spiritual sehingga dapat berpengaruh terhadap keberhasilan tugas prajurit.
Mendukung kebijaksanaan pemimpin TNI dengan membina dan mengarahkan perjuangan istri anggota TNI Angkatan Darat, menciptakan rasa persaudaraan dan kekeluargaan, rasa persatuan dan kesatuan serta kesadaran nasional.
Frequently Asked Question Section
Kapan Persit berdiri?

Kapan Persit berdiri?
Persit berdiri pada 3 April 1946 dengan nama Persatuan Kaum Ibu Tentara (PKIT).
Apa saja tugas ibu Persit?

Apa saja tugas ibu Persit?
Salah satu tugas ibu Persit adalah membantu tugas pembinaan TNI-AD secara mental, fisik, kesejahteraan, dan spiritual sehingga dapat berpengaruh terhadap keberhasilan tugas prajurit.
(AAA)
