Konten dari Pengguna

Arti Istiwa dan Penjelasan Allah Bersemayam di Atas Arasy

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi istiwa artinya. Foto: Pexels
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi istiwa artinya. Foto: Pexels

Dalam surat Thaha ayat 5, terdapat kata "istiwa" yang makna sebenarnya tidak diketahui. Sebab, bila diartikan secara harfiah bertentangan dengan sifat Allah SWT. Pasalnya, istiwa artinya "bersemayam" di mana hal tersebut merupakan sifat dari makhluk.

Dalam terjemahan Kementerian Agama, arti lengkap dari surat Thaha ayat 5 adalah: “(Yaitu) Tuhan Yang Maha Pemurah. Yang bersemayam di atas 'Arasy”.

Penjelasan Allah Bersemayam di Atas Arasy

Ilustrasi istiwa artinya. Foto: Pexels

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), bersemayam artinya adalah duduk, berkediaman, tinggal. Mengutip laman NU Online, makna Allah bersemayam atau duduk mendapat kecaman dari Imam Syafi’i.

Seperti perkataan Imam Syafi'i yang diriwayatkan oleh Qadli Husain, orang-orang yang dianggap kafir adalah sebagai berikut:

ومن كفرناه من أهل القبلة: والقائلين بخلق القرآن، وبأنه لا يعلم المعدومات قبل وجودها، ومن لا يؤمن بالقدر، وكذا من يعتقد أن الله جالس على العرش؛ كما حكاه القاضي حسين هنا عن نص الشافعي.

Artinya: “Orang yang kami kafirkan dari kalangan orang yang shalat adalah: mereka yang berkata bahwa Al-Qur’an adalah makhluk, bahwa Allah tidak mengetahui sesuatu sebelum terjadinya, juga orang yang tak percaya takdir, demikian juga orang yang mengatakan bahwa Allah duduk di atas Arasy. Seperti diriwayatkan oleh Qadli Husain dari penjelasan literal Imam Syafi’i.” (Ibnu ar-Rif’ah, Kifâyat al-Nabîh fî Syarh at-Tanbîh, juz IV, halaman 23)

Sebagian ulama tidak sepenuhnya sepakat dengan riwayat tersebut. Namun, mereka setuju bahwa makna Allah bersemayam di atas Arasy adalah sesat.

Pasalnya, mengatakan Allah tinggal atau berdiam di Arasy sama saja dengan mengatakan bahwa Allah memiliki bentuk fisik seperti makhluk lainnya. Ini adalah sifat mustahil bagi Allah. Dengan demikian, mengatakan Allah bersemayam di atas Arasy adalah ungkapan yang tidak tepat.

(ANS)