Arti Jalesveva Jayamahe Lengkap dengan Sejarah dan Urutan Pangkat TNI AL

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Jalesveva Jayamahe merupakan Doktrin atau semboyan dari Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL). Doktrin diperlukan pada setiap strata perang (levels of war) yaitu doktrin untuk strata strategis, operasional dan taktis (stratifikasi doktrin).
Lalu, apa arti Jalesveva Jayamahe? Dikutip dari situs resmi TNI Angkatan Laut, kata jalesveva jayamahe ini berasal dari bahasa Sansekerta atau Jawa Kuno yang secara harfiah terdiri dari tiga bagian yaitu jalesu, eva, dan jayamahe.
Jalesu berasal dari kata jala yang memiliki arti “Air/Laut” (kata jala mendapat kasus nominatif, pluralis, netrum menjadi jalesu). Jalesu dibubuhi garis pendek di bawah huruf S atau S celebral dengan maksud membedakan S dengan huruf lain yang akan membawa pengertian lain.
Kemudian eva adalah sebuah kata sambung (konjungsi) yang berarti “bahkan”, “Justru” atau “Tanpa Kecuali”. Sedangkan jayamahe berasal dari kata ji (kata jamak) yang secara harfiah bisa diterjemahkan sebagai “Kita Menang” atau "Kami Menang".
Sehingga secara keseluruhan arti Jalesveva Jayamahe adalah “Justru di Lautan Kita Menang” atau “Kejayaan Kita Ada di Laut”. Dengan demikian, hakikat Doktrin Jalesveva Jayamahe merupakan suatu pedoman untuk menuju TNI AL yang jaya atau menang di lautan.
Sebagai bagian dari TNI, Doktrin TNI AL Jalesveva Jayamahe berkedudukan di bawah Doktrin TNI “Tri Dharma Eka Karma”. Doktrin ini juga berada pada strata strategis yang menjadi pedoman tertinggi dalam penyusunan Doktrin TNI AL di bawahnya, yaitu doktrin-doktrin pada strata operasional dan taktis.
Sementara itu, Doktrin TNI AL “Jalesveva Jayamahe” dilatarbelakangi oleh kejayaan bangsa Indonesia sebagai bangsa bahari. Hal ini yang mendasari jati diri dan kebanggaan prajurit laut sebagai komponen utama pertahanan dan keamanan di laut.
Begitu pula dengan cara TNI AL menyikapi lingkungan laut NKRI sesuai dengan perkembangan lingkungan yang strategis. Tujuan utamanya adalah agar kepentingan nasional di laut dapat terjaga dan terlindungi. Karena itu, TNI AL senantiasa melaksanakan pembinaan kekuatan yang meliputi, kemampuan, dan gelar untuk siap operasional.
Sejarah TNI AL
Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL) adalah salah satu cabang angkatan perang yang bertanggung jawab atas operasional pertahanan Negara Republik Indonesia di laut. TNI AL dipimpin oleh seorang Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) yang menjadi pemimpin tertinggi di Markas Besar Angkatan Laut (Mabesal).
Dijelaskan dalam Buku Babon Tes TNI-POLRI karya Tim Visi Adiwidya, sejarah TNI AL dimulai dari dibentuknya Badan Keamanan Rakyat Laut (BKR Laut) pada 10 September 1945. BKR Laut pun mengalami perubahan menjadi TKR Laut yang selanjutnya lebih dikenal dengan Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI).
Di era ALRI, sejumlah pangkalan angkatan laut mulai dibentuk. Tugas utama ALRI pada saat itu adalah menggelar Operasi Lintas Laut dalam rangka menyebarluaskan berita proklamasi serta menyusun kekuatan bersenjata di berbagai tempat di Indonesia.
Kemudian sejak tahun 1966, ALRI mengalami perubahan nama menjadi TNI AL dan terus mengembangan kekuatan serta kemampuan dalam pelaksanaan tugasnya. Modernisasi peralatan tempur dilaksanakan sejak 1980-an dan masih terus berlangsung sampai saat ini.
Urutan Pangkat TNI AL
Kepangkatan dalam TNI AL terdiri dari Perwira, Bintara, dan Tamtama. Adapun urutan pangkat di Angkatan Laut dimulai dari yang tertinggi, berikut uraiannya:
Pangkat Kehormatan
Laksamana Besar
Perwira Tinggi
Laksamana
Laksamana Madya
Laksamana Muda
Laksamana Pertama
Perwira Menengah
Kolonel
Letnan Kolonel
Mayor
Perwira Pertama
Kapten
Letnan Satu
Letnan Dua
Bintara Tinggi
Pembantu Letnan Satu
Pembantu Letnan Dua
Bintara
Sersan Mayor
Sersan Kepala
Sersan Satu
Sersan Dua
Tamtama Kepala
Kopral Kepala
Kopral Satu
Kopral Dua
Tamtama
Kelasi Kepala
Kelasi Satu
Kelasi Dua
(IMR)
