Konten dari Pengguna

Arti Kamsia dan Bahasa Hokkien Lain yang Sering Digunakan

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

·waktu baca 3 menit

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Budaya China. Foto: pixabay.com
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Budaya China. Foto: pixabay.com

Kamsia merupakan kata yang diserap dari bahasa Hokkien ke bahasa Indonesia. Pada umumnya, penggunaan kata ini dilakukan saat momen berterima kasih kepada seseorang.

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, kamsia kata yang digunakan untuk mengungkapkan kelegaan atau ungkapan terima kasih. Contoh kalimatnya, "Kamsia, Om, sudah membantu."

Sejalan dengan penjelasan KBBI, dalam laman LingoNomad, kamsia artinya ungkapan sederhana dan sopan untuk mengucapkan terima kasih dalam bahasa Hokkien.

Bagi masyarakat umum, bahasa Hokkien mungkin terasa asing. Faktanya, banyak kata-kata dari bahasa Hokkien yang digunakan dalam bahasa Melayu-Betawi. Hal ini terjadi karena pengaruh diaspora Tionghoa Indonesia (banyak keturunan asal Hokkien).

Ilustrasi China. Foto: pixabay.com

Bahasa Hokkien Lain yang Biasa Digunakan

Tak ada salahnya untuk mempelajari beberapa bahasa Hokkien yang biasa digunakan di Indonesia. Berikut adalah beberapa contohnya seperti dikutip dari LingoNomad.

1. To'hsiā

To'hsiā artinya “terima kasih banyak”. To'hsiā sering digunakan di Taiwan. Sedangkan penutur Hokkien di Singapura, Penang, dan Medan tidak menggunakan kata ini untuk mengucapkan terima kasih.

2. Mien khekkhi

Mien khekkhi artinya “sama-sama”. Ungkapan ini menjadi cara paling umum untuk menanggapi ucapan terima kasih.

3. Āi

Āi artinya “mau” atau “ingin”. Kata ini digunakan untuk mengekspresikan diri jika menginginkan sesuatu.

Contoh:

  • Goalang ai khi Singapura.” (Kami ingin pergi ke Singapura.)

  • Ako:ng ai cu tampok png, liau i ai khoa tiensi.” (Kakek ingin memasak nasi, kemudian dia ingin menonton TV.)

Ilustrasi Budaya China. Foto: pixabay.com

4. Māi

Māi artinya “tidak mau” atau “tidak ingin”. Ungkapan ini digunakan untuk mengekspresikan perasaan enggan atau tidak menginginkan sesuatu.

Contoh:

  • Saya mai ciak ama be e phengko.” (Dia tidak mau makan apel yang dibeli nenek.)

  • Thai joak liau, goa ma kap phoitoa.” (Sangat panas, saya tidak ingin menggunakan selimut.)

5. Āi (...) Māi?

Āi (...) Māi? artinya “apakah Anda ingin (...)?”. Frasa ini digunakan untuk menanyakan keinginan seseorang. Gunakan Āi Māi secara berurutan di akhir kalimat.

Contoh:

  • Thama goalang u be phengko, li ai mai?” (Kami membeli apel sebelumnya, apakah Anda mau?)

6. Ē

Ē artinya "bisa". Ini adalah kata umum untuk mengungkapkan kemampuan (bisa) dalam bahasa Hokkien. Konteks kemampuan di sini adalah keterampilan teknis.

Contoh:

  • Goa miacai e toi li khi hitai.” (Aku bisa menemanimu ke bioskop besok.)

7. Bē

Bē artinya 'tidak bisa". Ini adalah kata yang umum untuk mengungkapkan ketidakmampuan dalam bahasa Hokkien. Konteksnya sama dengan kata “Ē”.

Contoh:

  • Akong be khun ing-ui i thama epo lim kopi.” (Kakek tidak bisa tidur karena dia minum kopi sore ini.)

(DND)