Arti Kata Dzahaba dalam Bahasa Arab beserta Contoh Kalimatnya

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Dzahaba merupakan kata kerja bahasa Arab yang umum dipakai untuk percakapan sehari-hari. Kata dzahaba juga banyak ditemukan dalam Al-Quran, salah satunya surat Al-Baqarah ayat 17. Jika diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia, dzahaba artinya “pergi” atau “bepergian”.
Mengutip buku Muqaranah Madzahib karya Ahmad Musadad, dzahaba termasuk ke dalam kategori fi’il madhi, yaitu kata kerja yang menunjukkan peristiwa di masa lalu. Pada beberapa situasi, fi’il madhi juga dapat menyatakan makna mustaqbal (keterangan waktu sekarang dan masa depan).
Dalam ilmu tata bahasa Arab, fi’il madhi merupakan salah satu materi yang penting untuk dipelajari. Dengan memahami ilmu tersebut, seseorang akan terhindar dari kekeliruan pemaknaan terhadap bahasa Arab.
Untuk lebih memahami arti dan maksud dari kata dzahaba, simak penjelasan selengkapnya dalam ulasan berikut ini.
Arti Kata Dzahaba
Dihimpun dari buku Al-Alfaazh: Buku Pintar Memahami Kata-kata dalam Al-Quran karya Maaduha, dzahaba (ذَهَبَ) adalah kata bahasa Arab yang terdiri dari tiga huruf hijaiyah, yaitu dzal, ha, dan ba’. Dalam bahasa Indonesia, dzahaba artinya sama dengan “pergi” atau “bepergian”.
Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, dzahaba merupakan bentuk fi’il madhi. Untuk keterangan waktu yang lebih luas dan tidak hanya menunjukkan peristiwa di masa lalu, kata dzahaba dapat berubah bentuk menjadi fi’il lain, yaitu:
Fi’il mudhari (sedang/akan terjadi) = (يَذْهَبُ) yadzhabu artinya “sedang pergi”.
Fi’il amr (perintah/permohonan) = (اِذْهَبْ) idzhab artinya “pergilah”.
Fi’il nahi (larangan) = (لَاتَذْهَبْ) la tadzhab artinya “jangan pergi”.
Selain menjadi fi’il (kata kerja), dzahaba juga dapat berubah bentuk menjadi isim, yaitu kata yang dibendakan, nama diri, bilangan, kata orang, atau hewan. Isim memiliki makna tersendiri dan tidak disertai dengan status waktu. Berikut bentuk isim dari kata dzahaba.
Isim fa’il (subjek) = (ذَاهِبٌ) dzaahibun artinya “orang yang pergi”.
Isim isyarah (kata penghubung) = (وَذَاكَ) wa dzaka artinya “itu”.
Isim maf’u; (objek) = (مَذْهُوْبٌ) madzhubun artinya “yang pergi”.
Isim makan/isim zaman (tempat/waktu) = (مَذْهَبٌ) madzhabun artinya “tempat” atau “waktu pergi”.
Isim alat (kata benda) = (مِذْهَابٌ) midzhabun artinya alat untuk bepergian
Contoh Kata Dzahaba dalam Kalimat Bahasa Arab
Agar lebih memahami penggunaan dzahaba sebagai kata kerja bahasa Arab, simak beberapa contoh kalimat yang mengandung kata dzahaba dalam ayat-ayat Al-Quran berikut ini.
ثُمَّ ذَهَبَ اِلٰٓى اَهۡلِهٖ يَتَمَطّٰىؕ
Artinya: “Kemudian dia pergi kepada keluarganya dengan sombong.” (QS. Al-Qiyamah:33)
فَلَمَّآ اَضَاۤءَتْ مَا حَوْلَهٗ ذَهَبَ اللّٰهُ بِنُوْرِهِمْ وَتَرَكَهُمْ فِيْ ظُلُمٰتٍ لَّا يُبْصِرُوْنَ
Artinya: “Allah melenyapkan (menghilangkan) cahaya (yang menyinari) mereka dan membiarkan mereka dalam kegelapan, tidak dapat melihat.” (QS. Al-Baqarah:17)
وَذَا النُّوْنِ اِذْ ذَّهَبَ مُغَاضِبًا فَظَنَّ اَنْ لَّنْ نَّقْدِرَ عَلَيْهِ فَنَادٰى فِى الظُّلُمٰتِ اَنْ
Artinya: “Dan (ingatlah kisah) Zun Nun (Yunus), ketika dia pergi dalam keadaan marah, lalu dia menyangka bahwa Kami tidak akan menyulitkannya, maka dia berdoa dalam keadaan yang sangat gelap…” (QS. Al-Anbiya:86)
مَسَّتْهُ لَيَقُوْلَنَّ ذَهَبَ السَّيِّاٰتُ عَنِّيْ
Artinya: “Telah hilang (pergi) bencana itu dariku”. (QS. Al-Hud:10)
(AAA)
Frequently Asked Question Section
Apa yang dimaksud dengan fi’il madhi?

Apa yang dimaksud dengan fi’il madhi?
Fi’il madhi, yaitu kata kerja yang menunjukkan peristiwa di masa lalu.
Apa tujuan belajar ilmu nahwu?

Apa tujuan belajar ilmu nahwu?
Dengan memahami ilmu nahwu, seseorang akan terhindar dari kekeliruan pemaknaan terhadap bahasa Arab.
Apa yang dimaksud dengan isim dalam bahasa Arab?

Apa yang dimaksud dengan isim dalam bahasa Arab?
Isim adalah kata yang dibendakan, nama diri, bilangan, kata orang, atau hewan. Isim memiliki makna tersendiri dan tidak disertai dengan status waktu.
