Arti Kata Muhun beserta Contoh Penggunaannya dalam Percakapan Sehari-hari

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Seperti kebanyakan bahasa yang lainnya, bahasa Sunda juga memiliki ragam halus dan kasar. Misalnya kata muhun yang sering kali diucapkan oleh masyarakat Sunda sebagai bahasa halus untuk menggantikan kata enya atau heeuh yang dianggap kasar.
Dalam Kamus Bahasa Sunda yang diterbitkan Pesona Bahasa, muhun artinya “iya”, “betul”, atau “benar”. Begitu juga dengan kata sumuhun yang memiliki arti dan makna serupa dan dapat digunakan oleh semua rentang usia. Hal ini dikarenakan kedua kata tersebut termasuk ke dalam bahasa Sunda lemes atau halus.
Dalam konteks percakapan sehari-hari kata muhun lebih general dan sering digunakan dibandingkan dengan kata sumuhun. Adapun contoh penggunaannya dalam kalimat dari kedua kata tersebut adalah sebagai berikut:
Kalimat Muhun: “Muhun kamari abdi tos didinya, mantos ameung.”
Artinya: “Iya kemarin saya sudah dari sana, habis main.”
Kalimat Sumuhun: “Sumuhun kang/teh, abdi teh ngaraos bungah ngareungeu naoge.”
Artinya: “Iya mas/mba, saya juga merasa bahagia mendengarnya.”
Fungsi dari muhun dan sumuhun adalah sama, yakni untuk memberikan pernyataan pembenaran, seperti membenarkan dan mengiyakan pada situasi tertentu. Sedangkan bahasa Sunda kasar dari “iya” adalah "heueuh” yang biasanya diucapkan oleh orang yang sudah dekat satu sama lain.
Untuk memahami konteks kata tersebut dalam percakapan sehari-hari, simak contoh penggunaan kata muhun di bawah ini.
Contoh Kata Muhun dalam Percakapan
Merangkum buku Kamus Genggam Bahasa Sunda yang ditulis Lulu Luthfiyani, berikut adalah ragam kata muhun yang umum digunakan dalam konteks percakapan sehari-hari:
1. Muhun Bade
Muhun bade artinya “iya mau” yang biasanya dapat digunakan terhadap suatu pekerjaan atau kegiatan tertentu. Adapun contoh penggunaan dalam sebuah kalimatnya adalah sebagai berikut:
X: “Dek, geura angkat ngaos! Ieu tos bade jam 2.”
Y: “Muhun, ieu oge bade.”
Artinya:
X: “Dek, cepat berangkat ngaji! Ini sudah mau jam 2.”
Y: “Iys, ini juga mau (berangkat).”
2. Muhun Kitu
Arti muhun kitu adalah “iya, seperti itu” atau “iya, kayak gitu”. Kata ini berfungsi untuk menyatakan pembenaran terhadap pembahasan atau topik tertentu. Adapun contoh penggunaan kalimatnya seperti ini:
X: “Mang, leres kieu cara ngadamel akun email teh?”
Y: “Muhun, kitu.”
Artinya:
X: “Mang, benar kayak ginikah cara buat akun email itu?”
Y: “Iya, kayak gitu.”
3. Muhun Geulis
Dalam bahasa Sunda kalimat muhun geulis artinya “iya, cantik”. Kalimat ini biasanya dapat digunakan sebagai pengganti nama seseorang (perempuan). Berikut adalah contoh dalam penggunaan di suatu kalimat:
X: “A, engke uihkeun nyandak martabak nya!”
Y: “Muhun, Geulis.”
Artinya:
X: “A, nanti pas pulang tolong bawain martabak ya!”
Y: “Iya, Cantik.”
4. Muhun Wios
Muhun wios artinya “iya boleh” atau “iya gak apa-apa”. Untuk penggunaannya, kurang lebih sama seperti bahasa Indonesia, yakni:
X: “Mah, wios teu itu goreng endog kanggo abi?”
Y: “Muhun, wios.”
Artinya:
X: “Mah, boleh nggak itu telur gorengnya buat aku?”
Y: “Iya, boleh.”
5. Muhun Leres
Muhun leres artinya “iya benar” atau “iya betul”. Kata ini biasanya digunakan untuk menyatakan suatu pembenaran terhadap apa yang ditanyakan kepada seseorang. Contoh kalimatnya adalah sebagai berikut:
X: “Sep, eta leres bumina Pak Lurah teh?”
Y: “Muhun, leres.”
Artinya:
X: “Sep, ini betul rumahnya Pak Lurah?”
Y: “Iya, benar.”
(IMR)
