Konten dari Pengguna

Arti Kebersihan Sebagian dari Iman dalam Islam

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi kebersihan. Foto: Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi kebersihan. Foto: Unsplash

Kebersihan sebagian dari iman. Kalimat itu seringkali ditemukan dalam berbagai kesempatan. Misalnya dalam buku, majalah, papan pengumuman, poster iklan layanan masyarakat, dan sebagainya.

Pesan yang disampaikan melalui kalimat tersebut seringkali dikaitkan dengan kebersihan lingkungan. Namun, agama Islam memaknainya lebih dari itu. Lantas, apa arti kebersihan sebagian dari iman menurut syariat Islam?

Arti Kebersihan Sebagian dari Iman

Sesuai dengan ajaran Islam, umat Muslim dianjurkan untuk senantiasa menjaga kebersihan. Itu karena kebersihan, kesucian, dan keindahan merupakan sesuatu yang disukai oleh Allah SWT. Allah berfirman:

Di dalamnya (masjid) ada orang-orang yang ingin membersihkan diri. Allah menyukai orang-orang yang bersih.” (QS. At-Taubah: 108)

Masalah kebersihan ini juga diuraikan dalam banyak riwayat hadits, di antaranya:

عَنْ سَعْدِبْنِ اَبِى وَقَّاصٍ عَنْ اَبِيْهِ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اِنَّ اللهَ طَيِّبٌ يُحِبُّ الطَّيِّبَ نَظِيْفٌ يُحِبُّ النَّظَافَةَ كَرِيْمٌ يُحِبُّ الْكَرَمَ جَوَادٌيُحِبُّ الْجَوَادَفَنَظِّفُوْااَفْنَيْتَكُمْ

Artinya: “Dari Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam: Sesungguhnya Allah SWT itu suci yang menyukai hal-hal yang suci, Dia Maha Bersih yang menyukai kebersihan, Dia Maha Mulia yang menyukai kemuliaan, Dia Maha Indah yang menyukai keindahan, karena itu bersihkanlah tempat-tempatmu.” (HR. Tirmizi)

Rasulullah juga bersabda,

الطُّهُورُ شَطْرُ الْإِيمَانِ

Artinya: “Bersuci (thaharah) itu adalah setengah dari iman.” (HR. Muslim)

Berdasarkan uraian di atas, dapat diketahui bahwa kebersihan menjadi salah satu aspek penting dalam agama Islam. Tak heran jika kita diwajibkan membersihkan atau menyucikan diri terlebih dahulu sebelum mengerjakan suatu ibadah, seperti berwudhu sebelum sholat, mandi wajib, dan lain-lain.

Ilustrasi wudhu. Foto: Unsplash

Namun, mengutip buku Rahasia Bersuci oleh Al-Ghazali (2016), kebersihan dalam Islam bukan hanya diartikan secara harfiah saja. Perkara terpenting dalam agama ini adalah menyucikan hati.

Ketika membersihkan diri dari najis maupun hadas dengan menyiramkan air, pada saat yang bersamaan kita juga membersihkan hati dan menjaga kesucian batin dengan meluruhkan hal-hal keji dan kotor yang tertanam di dalamnya.

Pada dasarnya, bersuci (thaharah) memiliki empat tingkatan, yaitu:

  • Menyucikan jasmani dari segala hadas, noda, dan kotoran.

  • Menyucikan anggota badan dari perbuatan jahat dan dosa.

  • Menyucikan kalbu dari sifat-sifat tercela dan kehinaan yang dibenci Allah SWT.

  • Menyucikan sirr (rahasia hati) dari segala sesuatu selain Allah. Tingkatan ini merupakan kesucian yang dimiliki para nabi dan shiddiqin.

Oleh sebab itu, kebersihan itu merupakan sebagian dari iman. Menjaga kebersihan berarti memperkuat iman kita kepada Allah SWT dengan menyucikan diri dari segala perbuatan yang dibenci Allah SWT.

(ADS)