Arti Kejatuhan Cicak Menurut Primbon Jawa dan Tradisi Hindhu

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Mitos tentang arti kejatuhan cicak kerap menjadi perbincangan di Indonesia. Mitos ini menjadikan cicak sebagai hewan yang dijauhi banyak orang.
Cicak sendiri juga dianggap sebagai hewan yang menjijikan. Islam bahkan menganjurkan setiap Muslim untuk membunuh cicak. Sebab, cicak dianggap sebagai hewan fasik yang dapat memberikan dampak buruk bagi manusia.
Dari Abi Hurairah, Rasulullah SAW bersabda, "Barang siapa yang membunuh cecak pada pukulan pertama maka baginya satu kebaikan dan barang siapa membunuh cecak pada pukulan kedua maka baginya satu kebaikan dibawah pukulan pertama dan barang siapa membunuh cecak pada pukulan ketiga maka baginya satu kebaikan dibawah pukulan kedua."
Dalam primbon dan kepercayaan adat Jawa, cicak dianggap sebagai hewan yang bisa membawa sial. Kejatuhan cicak bisa dimaknai beberapa hal. Apa saja?
Arti Kejatuhan Cicak
Mengutip dari buku Primbon Praktis karya Mama Flo dan beberapa sumber lain, arti kejatuhan cicak bisa dimaknai sebagai berikut:
Akan kehilangan kemuliaan atau kesenangan dalam hidupnya.
Akan mendapa malu yang besar karena istrinya terkena godaan dan selingkuh.
Kesehatan akan menurun dengan cepat.
Rezeki akan terhambat, akan mengalami kecelakaan, hingga kehilangan anggota keluarga.
Akan dijauhkan dari masalah dan malapetaka.
Mendapatkan pekerjaan baru, keuangan lebih lancar, hingga apresiasi dari orang-orang sekitar mengenai kegiatan yang sedang ditekuni.
Mengutip dari The Times of India, berdasarkan tradisi Hindhu, kejatuhan cicak tepatnya di kaki ataupun paha merupakan pertanda bahwa hal buruk akan terjadi.
(MSD)
