Arti Khalwat, Cara Mengerjakan, dan Manfaatnya bagi Umat Muslim

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Khalwat merupakan amalan yang bisa dikerjakan umat Muslim yang mirip dengan i’tikaf. Ada yang melakukan khalwat di dalam masjid seperti i'tikah dan ada yang tidak.
Khalwat dianggap sebagai salah satu pintu untuk menjalin kedekatan dengan Allah SWT. KH. Muhammad Sholikhin dalam buku Rahasia Hidup Makrifat, Selalu Bersama Allah menyebutkan, khalwat terbagi menjadi dua macam, yakni khalwat lahiriah dan batiniah.
Menurut buku Rahasia di Balik Rahasia, khalwat lahiriah adalah membebaskan diri dari orang lain untuk mendidik ego, sehingga memungkinkan perkembangan spiritual dengan keikhlasan. Kemudian dari hal tersebut tercipta benteng atas dosa, kesalahan, dan terjaga kebersihan jiwanya.
Sedangkan khalwat batiniah adalah menjauhkan hati dari pikiran yang bersifat duniawi, dari kejahatan dan ego, meninggalkan makan dan minum, serta dari harta, keluarga, anak, istri, perhatian, dan cinta kasih.
Seseorang yang menjalani khalwat batin hatinya harus terkunci dari semua kesombongan, kebanggaan, marah, iri hati, balas dendam, dan hal buruk lainnya. Ketika kotoran masuk ke dalam hati, maka seseorang akan kehilangan kesuciannya.
Dalam khalwat, keheningan, perenungan, dan perbaikan ego akan membuat hati bersinar. Hal ini sesuai dengan tujuan khalwat untuk menjernihkan hati dari kotoran yang menyelimutinya dan memfokuskannya untuk berdzikir kepada Allah SWT.
Dapat disimpulkan, khalwat merupakan aktivitas memutuskan hubungan dengan manusia dan meninggalkan segala hal yang bersifat duniawi dalam waktu tertentu.
Cara Melakukan Khalwat
Mengutip buku Hakekat Tasawuf, seorang syaikh (mursyid) memerintahkan muridnya melakukan khalwat di tempat tertentu, lalu menugaskan seseorang untuk mengantarkan sedikit makanan kepada murid tersebut.
Kemudian sang mursyid mendiktekan sebuah zikir kepada muridnya, sehingga lisan dan hatinya disibukkan. Kalimat zikir yang diajarkan adalah “Allah, Allah”, “subhanallah, subhanallah”, dan kalimat lainnya.
Murid tersebut terus melantunkan zikir hingga hatinya benar-benar kosong dan hanya terisi oleh Allah SWT. Selama melakukan khalwat, seseorang memang tidak boleh mengingat urusan duniawi dan hanya disibukkan dengan zikir kepada Allah SWT.
Manfaat Khalwat
Melakukan khalwat dapat mendatangkan banyak manfaat bagi umat Muslim. Abu Hasan asy-Syadzili dalam buku Hakekat Tasawuf, menyebutkan 10 manfaat khalwat, yakni:
Menyelamatkan dari penyakit lisan
Seseorang yang menyendiri pasti akan selamat dari penyakit lisan karena tidak memiliki lawan bicara.
Menyelamatkan dari penyakit yang ditimbulkan pandangan mata
Seseorang yang berkhalwat akan terhindar dari godaan pandangan mata.
Memelihara hati
Khalwat membuat seseorang memelihara dan menjaga hatinya dari keinginan untuk pamer, mencari muka, dan lain sebagainya,
Mendatangkan zuhud
Khalwat dapat mendatangkan zuhud dan sikap menerima dunia.
Menyelamatkan dari pergaulan jahat
Khalwat menyelamatkan seseorang dari pergaulan jahat yang dapat mendatangkan kerusakan.
Melahirkan konsentrasi beribadah
Khalwat membuat seseorang lebih rajin beribadah, berdzikir, bertakwa, dan berbuat kebajikan.
Merasakan lezatnya munajat
Seseorang yang melakukan khalwat dengan hati tulus akan merasakan manisnya ketaatan dan lezatnya munajat.
Rekreasi hati dan badan
Hidup berdampingan dapat mendatangkan keletihan hati dan khalwat menjadi rekreasinya.
Sarana pemeliharaan diri
Khalwat menjaga seseorang dari kejahatan dan permusuhan
Tekun beribadah
Orang yang melakukan khalwat akan lebih tekun dalam beribadah.
(DND)
