Arti La Tahzan Innallaha Ma'ana, Nasihat untuk Muslim yang Ditimpa Kesedihan

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Begitu banyak nasihat yang Allah berikan kepada umat Muslim melalui ayat-ayat Alquran. Salah satunya adalah potongan Surat at-Taubah ayat 40 yang berbunyi “la tahzan innallaha ma'ana”.
Ayat tersebut mengandung makna “janganlah bersedih, sesungguhnya Allah bersama kita”. Pesan dalam ayat ini menyiratkan nasihat Allah kepada umat-Nya untuk tidak berlarut di dalam kesedihan.
Sebab, kesedihan sifatnya hanya sementara. Maka, ketika ditimpa suatu musibah atau cobaan yang berat, umat Muslim dianjurkan untuk sabar dan ikhlas dalam menghadapinya.
Yakinkan diri bahwa Allah kelak akan menggantinya dengan kebahagiaan. Untuk lebih memaknainya lebih dalam, berikut penjelasan arti “la tahzan innallaha ma'ana” yang bisa Anda simak.
Arti La Tahzan Innallaha Ma'ana
Pada dasarnya, kehidupan manusia tidak pernah luput dari cobaan dan musibah. Allah mendatangkan cobaan bukan karena tidak sayang kepada hamba-Nya, melainkan sebaliknya. Cobaan tersebut adalah wujud cinta dan kasih sayang Allah kepada umat Muslim.
Adapun ketika tertimpa musibah, wajar jika seseorang mengalami kesedihan. Apalagi jika musibahnya menyebabkan meninggalnya seseorang yang dicinta.
Namun kesedihan yang berlarut tidak dibenarkan dalam Islam. Hal ini perlahan akan membuat seseorang terbelenggu dan menjadikan imannya lemah tak berdaya.
Oleh karena itu, melalui firman-Nya, Allah SWT memberikan nasihat kepada umat manusia. Allah berfirman, "La tahzan innallaha ma'ana, janganlah bersedih sesungguhnya Allah bersama kita".
Ayat ini seolah meyakinkan umat Muslim bahwa setiap cobaan dan kesedihan yang datang, selalu ada Allah di dalamnya. Asal manusia mau ikhlas dan bersabar, semua akan mudah terlewati.
Mengutip buku Membangun Positif Thinking dalam Islam karya Adil Fathi Abdullah, sosok muslim yang benar adalah yang ridha dengan ketentuan dan takdir dari Allah swt. Jika terjadi sesuatu yang tidak ia sukai, ia mengatakan, "Semuanya telah menjadi takdir Allah, apa yang Allah kehendaki pasti terjadi."
Orang itu telah mengatakan itu dengan jiwa yang ridha dan tenang. Jiwa yang percaya atas ketentuan Allah dan masa depan yang lebih baik sesuai dengan izin-Nya. Seperti inilah akhlak seorang muslim.
Doa Menghilangkan Kesedihan
Mengutip Hishnul Muslim: Doa & Dzikir Shahih Alquran dan As-Sunnah karya Syaikh Abdulloh bin Abdurrahman Al-Jibrin ada doa yang bisa dibaca untuk menghilangkan kesedihan, yaitu sebagai berikut:
اللَّهُمَّ رَحْمَتَكَ أَرْجُو فَلاَ تَكِلْنِي إِلَى نَفْسِي طَرْفَةَ عَيْنٍ، وَأَصْلِحْ لِيْ شَأْنِي كُلَّهُ، لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ
Allahumma rahmataka arju fala takilni ila nafsi tharfaka ainin ashlihli syani kullahu lailaha illa anta.
“Ya Allah! Aku mengharapkan (mendapat) rahmat-Mu, oleh karena itu, jangan Engkau biarkan diriku sekejap mata (tanpa pertolongan atau rahmat dariMu). Perbaikilah seluruh urusanku, tiada Tuhan yang berhak disembah selain Engkau.” (HR. Abu Dawud 4/324, Ahmad 5/42).
(MSD)
Frequently Asked Question Section
Apa arti la tahzan inallaha ma'ana?

Apa arti la tahzan inallaha ma'ana?
Janganlah bersedih, sesungguhnya Allah bersama kita.
Bagaimana sikap seorang Muslim ketika ditimpa musibah dan cobaan?

Bagaimana sikap seorang Muslim ketika ditimpa musibah dan cobaan?
Ikhlas dan sabar dalam menghadapinya serta jangan sedih berlebihan.
Mengapa sedih berlebihan tidak diperbolehkan dalam Islam?

Mengapa sedih berlebihan tidak diperbolehkan dalam Islam?
Karena hal ini perlahan akan membuat seseorang terbelenggu dan menjadikannya lemah tak berdaya.
