Arti Lagu Lalaki Langit Ciptaan Bupati Purwakarta yang Viral

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 4 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Lagu "Lalaki Langit" belakangan ini tengah menjadi perbincangan hangat di media sosial. Lagu ciptaan Bupati Purwakarta, Saepul Bahri Binzein atau yang akrab disapa Om Zein, ini menuai kontroversi karena liriknya yang dinilai merendahkan perempuan.
Polemik tersebut memicu beragam tanggapan dari masyarakat. Sejumlah pihak mengkritik isi lirik lagu yang dianggap menunjukkan minimnya empati terhadap perempuan.
Lantas, apa sebenarnya arti lagu "Lalaki Langit"? Untuk mengetahui makna di balik lagu tersebut, simak pembahasan lengkapnya berikut ini!
Arti Lagu Lalaki Langit
Lagu "Lalaki Langit" diketahui pertama kali diperkenalkan dalam acara Hajat Bumi di Purwakarta. Menanggapi polemik yang muncul, Om Zein memberikan klarifikasi melalui situs resmi Pemerintah Kabupaten Purwakarta. Dalam keterangannya, ia menjelaskan bahwa lagu tersebut sebenarnya telah ditulis sejak tahun 2020 sebagai bentuk cerminan pribadi.
"Itu puisi dan lagu diciptakan tahun 2020, bercerita tentang diri saya sendiri. Berawal dari renungan atas perilaku saya sendiri yang menurut saya saat itu saya nakal," ujar Om Zein dikutip laman Pemda Kabupaten Purwakarta pada Minggu (5/7).
Ia menegaskan bahwa karya tersebut merupakan bentuk kejujuran atas ketidaksempurnaan dirinya di masa lalu. Menurutnya, lagu itu menjadi media kontemplasi spiritual dan emosional mengenai perjalanan hidup yang pernah dijalaninya.
Lagu itu kini ramai jadi perbincangan masyarakat karena dinilai merendahkan martabat perempuan. Dalam liriknya terdapat ungkapan rasa syukur karena terlahir sebagai laki-laki yang kemudian disandingkan dengan pengalaman biologis perempuan, seperti kehamilan, keguguran, menstruasi, hingga kebiasaan berdandan. Bagian inilah yang memicu kritik khalayak ramai.
Lirik Lagu
Berikut lirik lagu "Lalaki Langit" yang menajadi perhatian publik:
Nuhun Gusti
Tos nyiptakeun kuring jadi lalaki
Cacak mun jadi awewe
Es-Em-Pe kelas tilu
Tos Karuron tujuh kali
Nuhun Gusti
Tos nyiptakeun kuring jadi lalaki
Teu kudu meuli kutang
Nu busana leuwih gede batan susu
Nuhun Gusti
Tos nyiptakeun kuring jadi lalaki
Teu kudu ngaprak-ngaprak apotek
Alatan telat bulan
Nuhun gusti
Tos nyiptakeun kuring jadi lalaki
Teu kudu ngalukis halis jeung bulu mata
Sakalina ngiceup hese beunta
Lalaki langit
Lalanang bejad
Terjemahan Lirik Lagu
Berikut terjemahan dari lirik berbahasa Sunda tersebut ke dalam bahasa Indonesia:
Terima kasih Tuhan
Sudah menciptakan aku jadi laki-laki
Andai saja jadi perempuan
SMP kelas tiga
Sudah keguguran tujuh kali
Terima kasih Tuhan
Sudah menciptakan aku jadi laki-laki
Tidak usah membeli bra
Yang busanya lebih besar daripada payudara
Terima kasih Tuhan
Sudah menciptakan aku jadi laki-laki
Tidak usah keluyuran mencari apotek
Karena telat datang bulan
Terima kasih Tuhan
Sudah menciptakan aku jadi laki-laki
Tidak usah melukis alis dan bulu mata
Yang sekali berkedip susah melek
Lelaki langit
Lelaki bejat
Permohonan Maaf Bupati Purwakarta
Kontroversi yang muncul membuat lagu tersebut akhirnya dihapus dari media sosial. Bupati Purwakarta kemudian menyampaikan permohonan maaf melalui akun Instagram pribadinya, @omzein_bupatiaing. Dalam video yang diunggah, ia menegaskan bahwa tidak pernah berniat merendahkan perempuan maupun pihak mana pun.
"Terkait lagu yang berjudul "Lalaki Langit Lalanang Bejat" saya mohon maaf yang sebesar-besarnya karena saya telah memilih kata dan kalimat yang mungkin bisa dipahami oleh orang lain tak seperti yang dimaksudkan," kata Om Zein pada Minggu (5/7).
Polemik lagu tersebut turut mendapat perhatian dari anggota DPR RI. Anggota Komisi VIII DPR, Selly Andriany Gantina, mengecam isi lagu "Lalaki Langit, Lalanang Bejat" karena dinilai melecehkan perempuan.
Menurut Selly, lirik lagu tersebut tidak dapat dibenarkan, sekalipun diklaim sebagai bentuk humor atau upaya mengangkat budaya Sunda. Ia menilai lagu itu justru menghadirkan narasi yang merendahkan perempuan dan menunjukkan minimnya empati terhadap pengalaman biologis perempuan.
"Kalau mau dianggap humor sekalipun, isi lagunya juga tidak lucu. Maka wajar kalau masyarakat dan netizen mempertanyakan kepemimpinan dari seseorang yang tidak bisa membedakan antara candaan dengan bias gender yang merendahkan," ujarnya dikutip dari kumparanNEWS pada Jumat (3/7).
Selain mengkritik isi lagu, Selly juga menyoroti aspek hukumnya. Menurutnya, lirik yang bernuansa seksual berpotensi melanggar Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2022 tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (UU TPKS).
Baca Juga: Lirik Lagu MMG (My Mine Gueh) Naykilla beserta Maknanya
(SA)
