Konten dari Pengguna

Arti Lambang Pancasila yang Menjadi Ideologi Dasar Indonesia

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pancasila
zoom-in-whitePerbesar
Pancasila

Pancasila yang merupakan idelogi dasar negara Indonesia dilambangkan dengan burung Garuda. Lambang tersebut terdiri dari 17 bulu di masing-masing sayap, delapan bulu di ekor, 19 bulu di pangkal ekor, dan 45 bulu leher.

Jumlah bulu pada burung Garuda memiliki makna tersendiri. Jika disatukan, jumlah itu melambangkan 17-8-1945 atau 17 Agustus 1945 yang menjadi hari kemerdekaan bangsa Indonesia.

Selain itu, burung Garuda Pancasila juga memuat perisai di bagian dada. Perisai itu memiliki empat lambang yang memaknai lima sila Pancasila, yaitu kepala banteng, rantai, pohon beringin, padi dan kapas. Seperti jumlah bulu, lambang pada perisai itu juga memiliki artinya sendiri.

Berikut adalah arti dari lambang Pancasila.

Ilustrasi burung Garuda, lambang negara Indonesia. Foto: Wikimedia Commons.

Bintang

Lambang bintang warna emas pada perisai berlatar hitam menggambarkan sila pertama, yaitu Ketuhanan Yang Maha Esa. Bintang diartikan sebagai cahaya kerohanian bagi setiap manusia. Bintang tersebut juga menyatakan bahwa bangsa Indonesia adalah bangsa religius dan bertakwa kepada Tuhan YME sesuai kepercayaan masing-masing.

Rantai

Lambang rantai kuning berlatar warna merah mencerminkan sila kedua yang berbunyi kemanusiaan yang adil dan beradab. Rantai ini memuat 17 gelang kecil yang saling menyambung. Sambungan itu diartikan sebagai hubungan manusia yang saling membantu. Gelang bentuk persegi melambangkan pria, lalu gelang lingkaran menggambarkan wanita.

Pohon Beringin

Pohon beringin menggambarkan sila ketiga Pancasila yakni Persatuan Indonesia. Pohon beringin tersebut mencerminkan kesatuan dan persatuan di negara Indonesia.

Kepala Banteng

Kepala banteng menjadi cerminan dari sila keempat, yaitu kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan. Lambang ini digunakan karena banteng adalah hewan yang suka berkumpul. Sama seperti manusia, pengambilan keputusan harus dilakukan dengan berkumpul dan musyawarah.

Padi dan Kapas

Padi dan kapas melambangkan sila kelima, keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Kedua lambang itu mencerminkan pangan dan sandang yang merupakan kebutuhan pokok seluruh rakyat Indonesia tanpa melihat status dan kedudukan. Secara keseluruhan, padi dan kapas diartikan sebagai persamaan tanpa kesenjangan apapun.

(GTT)