Konten dari Pengguna

Arti Last But Not Least dan Bahasa Jaksel Lain yang Populer di Media Sosial

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi mengucapkan at least but not least di media sosial. Foto: Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi mengucapkan at least but not least di media sosial. Foto: Unsplash

Kalimat last but not least sering diucapkan dalam percakapan sehari-hari, baik secara lisan maupun melalui media sosial. Dalam bahasa Inggris, last but not least artinya 'terakhir, tetapi tidak kalah penting'.

Menurut laman Merriam-Webster, last but not least digunakan untuk menunjukkan bahwa pernyataan akhir tidak kalah pentingnya dari pernyataan sebelumnya. Itulah mengapa istilah ini kerap dijadikan sebagai penutup kalimat.

Sebagai contoh, dalam sambutannya seorang penulis mengucapkan, “Saya ingin berterima kasih kepada penerbit, editor, dan last but not least, suami saya yang selalu memberi dukungan selama proses menulis.” Artinya, peran suami dalam keberhasilan sang penulis tidak kalah besarnya dari penerbit dan editor.

Ilustrasi menggunakan media sosial. Foto: Unsplash

Untuk lebih memahaminya, berikut contoh penggunaan last but not least dalam kalimat:

  • TV yang dijual di pameran itu besar, gambarnya juga bagus, dan last but not least, harganya sangat murah.

  • Itu saja yang ingin saya sampaikan. Last but not least, izinkan saya memperkenalkan Jane, sekretaris baru saya.

  • Selama liburan kemarin, aku pergi ke Bali, Jogja, dan last but not least, Lombok yang begitu menawan.

  • Lagu-lagu LANY enak didengar, suara vokalisnya bagus, dan last but not least, liriknya punya arti yang menyentuh hati.

Istilah Gaul dalam Bahasa Inggris yang Populer di Media Sosial

Ilustrasi media sosial. Foto: Unsplash

Dalam beberapa tahun ke belakang, warganet Indonesia kerap memadukan bahasa Indonesia dan Inggris dalam satu kalimat. Kalimat semacam ini lebih dikenal dengan sebutan bahasa Jaksel. Selain last but not least, berikut beberapa bahasa Jaksel yang sering diucapkan netizen.

1. Which Is

Which is berarti “di mana” atau “yang mana”. Contohnya, “Minggu besok sekolah kita bakal kedatangan guru baru. Which is good, tapi gue malas beradaptasi lagi.”

2. Prefer

Mengutip Cambridge Dictionary, kata prefer digunakan untuk menunjukkan keinginan terhadap satu hal daripada yang lain. Misalnya, “Aku prefer cari makan di tempat lain daripada harus ngantre seperti ini.”

3. Worth It

Kata ini sering diucapkan konten kreator saat sedang me-review suatu barang. Pasalnya, jika diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia, worth it artinya sepadan dengan nilai/usaha/uang yang dikeluarkan.

Sebagai contoh, “Dengan harga segini, serum ini worth it banget untuk dibeli.” Artinya, harga serum tersebut sepadan dengan manfaatnya untuk wajah.

4. Literally

Literally dalam bahasa Indonesia memiliki arti ‘secara harfiah’ atau ‘pada dasarnya’. Umumnya, kata ini dipakai untuk menunjukkan hal yang sebenar-benarnya. Misalnya, “Gue literally banting HP waktu di-notice Justin Bieber di Instagram.”

5. Even

Even sejatinya mempunyai dua arti, yaitu ‘bahkan’ dan ‘meski’. Namun, biasanya anak muda menggunakannya untuk menggantikan kata ‘bahkan’. Contohnya, “Gue even nggak kenal dia, tapi kok dia punya nomor HP gue ya?”

(ADS)

Frequently Asked Question Section

Last but not least itu apa?
chevron-down

Last but not least merupakan bahasa gaul yang sering diucapkan dalam percakapan sehari-hari.

Bagaimana contoh kalimat last but not least?
chevron-down

TV yang dijual di pameran itu besar, gambarnya juga bagus, dan last but not least, harganya sangat murah.

Apakah itu literally?
chevron-down

Literally dalam bahasa Indonesia memiliki arti ‘secara harfiah’.