Arti Lelah Menjadi Lillah dan Cara Melakukannya dalam Bekerja

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Beberapa kata mutiara gabungan bahasa Indonesia dan bahasa Arab saat ini banyak bertebaran di media sosial. Salah satunya yaitu lelah menjadi lillah. Kata mutiara tersebut ternyata memiliki makna yang dalam jika dilihat dari sudut pandang ajaran Islam.
Jika dilihat dari segi bahasa, kata lillah memiliki makna segala sesuatu yang dimiliki manusia adalah milik Allah. Jadi, kata mutiara lelah menjadi lilah artinya segala lelah dalam bekerja diniatkan sebagai bentuk ibadah yang dilakukan secara ikhlas untuk mendapat ridho Allah.
Segala sesuatu yang didasari dengan niat ikhlas karena Allah Ta’alaa dipastikan menjadi ladang pahala untuk pelakunya. Sebagaimana hadits yang dikutip dari buku Ubah Lelah Jadi Lillah karangan Dwi Suwiknyo, Rasululah SAW bersabda:
“Sesungguhnya perbuatan itu hanya tergantung kepada niat dan balasan bagi tiap-tiap orang, tergantung apa yang diniatkan. Dan barang siapa niat hijrahnya karena dunia yang ingin digapainya atau karena seorang perempuan yang ingin dinikahinya, maka hijrahnya adalah kepada apa dia diniatkan.” (HR. Bukhari)
Dari hadits di atas, dapat disimpulkan bahwa segala usaha harus diniatkan sebagai bentuk ibadah. Bentuk ibadah bukan hanya sholat dan puasa, bekerja untuk menafkahi keluarga juga termasuk sebagai bentuk ibadah kepada Allah SWT.
Lalu, bagaimana cara mengubah lelah menjadi lillah?
Cara Mengubah Lelah Menjadi Lillah dalam Bekerja
Mengutip buku Kamulah Wanita Karier yang Hebat karangan Arum Faiza, dkk., cara mengubah lelah menjadi lillah yaitu dengan melakukan pekerjaan secara ikhlas dan diniatkan untuk mencari ridho Allah semata. Semua yang diniatkan hanya untuk Allah pasti memiliki manfaat dan kebaikan bagi pelakunya.
Salah satu manfaat yang dapat dirasakan yaitu, pekerjaan seberat apapun akan terasa ringan jika dilakukan dengan ikhlas. Selain itu, Allah juga akan memberi kemudahan untuk menyelesaikan segala masalah yang ada.
Hal itu telah dijanjikan oleh Allah dua kali dalam surat Al Insyirah ayat 5-6 yang berbunyi:
فَاِنَّ مَعَ الۡعُسۡرِ يُسۡرًا اِنَّ مَعَ الۡعُسۡرِ يُسۡرًا ؕ
Artinya: Maka sesungguhnya beserta kesulitan ada kemudahan. Sesungguhnya beserta kesulitan itu ada kemudahan.
Saat melakukan pekerjaan secara lillah, seseorang akan bekerja dengan penuh rasa syukur. Karena, ia merasa masih banyak orang di luar sana yang tidak bisa bekerja atau melakukan aktivitas seperti yang dia lakukan saat ini.
Erdaneli dalam buku Proses Lelah Menuju Lillah menjelaskan, Allah menyukai seseorang yang bekerja keras namun selalu bersyukur dengan apa yang dimilikinya dengan mengingat Allah SWT.
Orang yang terlalu lalai dalam bekerja dan lupa mengingat Tuhannya termasuk ke dalam golongan orang-orang yang merugi. Hal ini telah dijelaskan dalam surat Al Ghasiyah ayat 3-4:
عَامِلَةٌ نَّاصِبَةٌ تَصۡلٰى نَارًا حَامِيَةً
Artinya: (Karena) bekerja keras lagi kepayahan, mereka memasuki api yang sangat panas (neraka).
Dari ayat di atas, dapat disimpulkan bahwa orang yang tidak bisa mengubah lelah menjadi lillah akan sangat merugi di akhirat kelak. Apa yang mereka lakukan tidak bernilai ibadah dan tidak ada artinya di hadapan Allah SWT.
(IPT)
