Arti Lillahi Ta'ala yang Kerap Diucapkan Saat Hendak Melakukan Sesuatu

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Semua aktivitas yang dilaksanakan umat Muslim harus disertai dengan niat untuk Allah SWT, seperti beribadah, bekerja atau beramal. Setiap perbuatan tidak akan berarti apa-apa jika tidak disertai dengan niat.
Sebagaimana dijelaskan dalam hadits Rasulullah SAW berikut:
“Sesungguhnya setiap perbuatan itu diberi ganjaran sesuai dengan niatnya, dan sesungguhnya setiap orang akan mendapatkan ganjaran sesuai dengan niatnya, maka barangsiapa yang hijrahnya untuk Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya untuk Allah dan Rasul-Nya, dan barang siapa yang hijrahnya untuk urusan dunia, atau untuk wanita yang ingin dinikahinya, maka hijrahnya adalah untuk apa yang diniatkannya.” (HR. Al Bukhari dan Muslim)
Mengutip buku Fiqih Niat oleh Isnan Ansory, dalam Islam, niat dibagi menjadi dua, yaitu niat yang berfungsi sebagai pemisah antara ibadah dan kebiasaan serta niat untuk mencapai sesuatu.
Untuk berniat sebelum melakukan sesuatu, kalimat yang biasa diucapkan oleh seorang Muslim adalah lillahi Ta’ala. Kalimat ini tidak asing bagi umat Muslim karena wajib dibacakan sebelum mengamalkan ibadah shalat.
Apa sebenarnya arti lillahi Ta’ala?
Arti Lillahi Ta’ala
Dalam buku Fiqih Niat oleh Dr. Umar Sulaiman Al-Asyqar dijelaskan bahwa lillahi Ta’ala memiliki arti ‘karena Allah’. Setiap Muslim harus menghafalkan kalimat ini karena jika tidak diucapkan dan diyakini dalam hati sebelum beribadah, maka ibadah tersebut tidak akan dianggap sah.
Seseorang yang melafazkan niat secara lisan dan di dalam hati juga akan diberikan ganjaran pahala. Oleh karena itu, niat harus didasari oleh tekad dan motivasi yang ada pada hati.
Tapi, jika hanya sekedar mengucapkannya secara lisan namun tidak diyakini dan didasari oleh hal-hal duniawi, maka hukumnya tidak sah. Orang yang berniat untuk melakukan maksiat tidak akan dapat balasan dari Allah. Contohnya, seseorang mengeluarkan zakat hanya karena ingin mendapatkan pujian dari kerabat-kerabatnya.
Keutamaan Berniat
Dalam buku yang sama dijelaskan beberapa keutamaan niat yakni sebagai berikut:
Niat kedudukannya sama seperti kedudukan roh bagi tubuh. Karena perbuatan tanpa niat sama saja seperti tubuh tanpa roh
Niat adalah pembeda antara ibadah, adat, serta tingkatan ibadah.
Orang yang berniat melaksanakan kebaikan mendapatkan balasan meskipun belum melaksanakannya.
Niat mampu mengubah kegiatan biasa seperti makan, minum, kerja, belajar dan lainnya, menjadi amal yang kekal abadi.
Niat akan mendidik jiwa agar selalu sadar. Didikan tersebut akan menyembuhkan penyakit lalai dan menimbulkan sifat ikhlas untuk beramal kepada Allah SWT.
(ADB)
