Konten dari Pengguna

Arti Montage sebagai Teknik Penyuntingan Film dan Jenis-Jenisnya

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Arti Montage. Foto: pixabay.com
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Arti Montage. Foto: pixabay.com

Montage adalah salah satu teknik yang digunakan dalam penyuntingan film. Teknik ini berhubungan dengan penggabungan serangkaian gambar atau potongan video menjadi satu urutan.

Mengutip buku Kamus Istilah Televisi & Film oleh Ilham Zoebazary (2010), arti montage adalah urutan gambar yang disajikan secara mengalir, menyatu, atau kadang dipotong dari satu ke yang lainnya. Teknik ini berguna untuk memperlihatkan perubahan atau pembalikan waktu dan lokasi dalam sebuah film.

Urutan montage disajikan untuk menyiratkan waktu atau peristiwa yang berlalu secara simultan. Alhasil, informasi yang disampaikan dapat menimbulkan efek emosional dan psikologis kepada penonton.

Contohnya adalah montage pada film komedi romantis yang menggambarkan tumbuhnya rasa cinta dan ketertarikan dari dua insan. Sedangkan dalam film olahraga, penggambaran proses atlet berlatih menuu kompetisi besar hingga menghasilkan ketegangan penonton terkait hasil pertandingan.

Ilustrasi Arti Montage. Foto: pixabay.com

Mengapa Montage Diminati Pembuat Film?

Montage menjadi teknik penyuntingan yang tepat bagi film yang tujuannya ingin membangun emosi penonton. Berikut beberapa alasan mengapa montage diminati pembuat film seperti dikutip dari laman Master Class.

1. Meringkas latar waktu

Montage adalah teknik penyuntingan yang dapat mempercepat waktu satu hari, satu minggu, satu bulan, satu tahun, dan rentang waktu lainnya.

2. Menciptakan ketegangan

Montage dapat menghidupkan minat penonton terhadap sebuah film dengan penyajian klimaks cerita yang tepat.

3. Menyampaikan banyak informasi sekaligus

Montage dapat merangkum kejadian kompleks menjadi informasi yang dapat ditangkap penonton dalam hitungan detik.

4. Menciptakan cerita yang kontras

Montage menyajikan adegan dalam film yang kontras dengan kehidupan sehari-hari.

5. Mendeskripsikan karakter

Montage membantu penonton dalam memahami perubahan kondisi fisik atau mental karakter dalam film.

6. Menggabungkan beberapa alur cerita

Tidak memungkinkan bagi sebuah film untuk menyajikan alur cerita penuh atau dari awal hingga akhir dalam film. Nah, montage pun menjadi solusi untuk menggabungkan alur cerita yang panjang dalam waktu singkat.

Ilustrasi Arti Montage. Foto: pixabay.com

Jenis-Jenis Montage

Untuk menciptakan film yang mampu menggugah emosi penonton, seorang film maker harus memilih jenis montage yang tepat. Berikut jenis-jenis montage yang dikutip dari laman Matrix Education.

1. Metric montages

Metric montages memotong cuplikan video yang berbeda dengan musik, namun tetap mempertahankan esensi dan alur cerita. Teknik ini dapat menciptakan atmosfer film yang dramatis.

2. Rhythmic montages

Rhythmic montages memotong cuplikan video berdasarkan adegan atau gambar dengan mempertimbangan tempo dan irama musik.

3. Tonal montages

Tonal montages memotong cuplikan video berdasarkan sisi emosional dalam adegan.

4. Intellectual/Ideological montages

Tidak berbeda jauh dengan tonal montages, montage jenis ini digunakan dengan menempatkan cuplikan video berdasarkan makna dan emosi di dalamnya. Hal tersebut akan menciptakan metafora yang menggambarkan hubungan adegan pertama dan kedua.

5. Overtonal montage

Overtonal montage merupakan kombinasi dari seluruh jenis montage yang bertujuan untuk menciptakan konflik. Pembuat film dapat memilih kecepatan tempo musik, gambar, atau memotong adegan untuk menciptakan respons emosional penonton.

(DND)