Arti Mukhlis dan Mukhlas serta Manfaat Memilikinya

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Dalam kehidupan, terkadang manusia sulit untuk menerima kenyataan pahit, namun dituntut untuk ikhlas atas semua yang telah terjadi. Namun, tidak semua orang dapat menerima kenyataan yang sulit dengan penuh keikhlasan.
Islam mengajarkan umatnya untuk menerima kenyataan apapun bentuknya dengan lapang dada dan ikhlas. Dikutip dari buku Ikhlas Beramal untuk Hidup Berkualitas oleh Ibnu Muhajir, ikhlas memiliki arti jernih, bersih, dan suci dari campuran dan pencemaran.
Didalam Alquran terdapat dua kata yang berhubungan ikhlas, yakni mukhlis dan mukhlas. Lantas, apa arti mukhlis dan mukhlas?
Arti Mukhlis dan Mukhlas
Mengutip laman Muhammadiyah Online, kata mukhlis merupakan bentuk isim fail dari kata akhlasha– yukhlishu–ikhlaashan–mukhlishun, yang artinya orang yang ikhlas. Kata mukhlis diambil dari kata khalasha yang artinya bersih.
Melansir dri buku Allah Senantiasa Menjagamu oleh Nurhasan, mukhlis artinya orang yang berusaha untuk berbuat ikhlas. Sedangkan, mukhlas adalah orang yang dianugerahi sifat ikhlas oleh Allah SWT. Mukhlas merupakan tingkatan tertinggi manusia yang ikhlas.
Orang yang mukhlis selalu menjaga setiap amal perbuatan yang dilakukannya murni untuk mendapatkan ridha Allah. Tidak sedikitpun memiliki harapan untuk mendapatkan pujian atau balasan selain dari Allah SWT. Terdapat firman Allah SWT:
قُلۡ إِنَّ صَلَاتِى وَنُسُكِى وَمَحۡيَاىَ وَمَمَاتِى لِلَّهِ رَبِّ ٱلۡعَـٰلَمِينَ
Katakanlah: “Sesungguhnya shalat, ibadah, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah SWT, Tuhan semesta alam” [QS. al-An’aam: 162].
Setiap umat Muslim yang ingin memiliki sifat mukhlis harus punya modal dasar penting berupa tauhid uluhiyyah yang benar. Fondasi utama sikap ikhlas adalah bertauhid kepada Allah dengan bersih dan murni. Oleh karena itu, seorang Muslim akan sulit menjadi mukhlis apabila belum memiliki dasar-dasar bertauhid yang benar.
Manfaat Memiliki Pribadi yang Mukhlis
Di dalam buku Kuliah Akhlaq oleh Profesor Yunahar Ilyas, menguraikan manfaat dari pribadi yang mukhlis:
Seseorang tidak akan pernah merasa sombong ketika berhasil. Seorang yang memiliki pribadi mukhlis sadar bahwa keberhasilan yang diperolehnya hanyalah pemberian dari Allah SWT.
Saat mengalami gagal dalam usahanya, ia tidak akan putus asa. Seorang yang memiliki sifat mukhlis akan menyadari bahwa kegagalan itu adalah kehendak Allah SWT. Kegagalan pasti terdapat hikmah kebaikan bagi dirinya.
Tidak lupa diri saat menerima pujian. Seorang yang memiliki pribadi mukhlis merasa bahwa pujian yang diharapkan hanyalah dari Allah SWT.
Seorang hamba yang mukhlis selalu bersemangat dalam beramal.
(EAR)
