Arti Nrimo Ing Pandum, Falsafah yang Menjadi Prinsip Hidup Masyarakat Jawa

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ungkapan Nrimo Ing Pandum memiliki makna yang hampir sama dengan tawakal. Secara bahasa, ungkapan ini berasal dari kata “nrimo” yang berarti menerima dan “pandum” yang berarti pemberian.
Secara istilah, nrimo ing pandum artinya menerima segala pemberian tanpa menuntut lebih dari itu. Ungkapan ini menjadi salah satu falsafah yang populer di kalangan masyarakat Jawa.
Mengutip buku Kearifan Jawa karya Bambang Udoyono (2020), ungkapan nrimo ing pandum bisa menjadi wujud dari sikap qonaah. Dengan falsafah ini, seorang Muslim bisa ikhlas dalam menerima segala takdir yang ia jalani.
Falsafah nrimo ing pandum bisa ditanamkan sebagai prinsip hidup seseorang. Agar lebih memahami maknanya, berikut penjelasan tentang arti nrimo ing pandum selengkapnya untuk Anda.
Baca juga: Kebo Kaboten Sungu Tegese Apa? Ini Artinya dalam Peribahasa Jawa
Arti Ungkapan Nrimo Ing Pandum
Ungkapan nrimo ing pandum mengajarkan manusia untuk berserah diri kepada Allah SWT. Sehingga, setiap takdir yang ia jalani bisa diterima dengan lapang dada.
Mengutip buku Merajut Asa karya Tuslikhatun Amimah (2021), falsafah tersebut bisa mendorong seorang Muslim untuk menyerahkan segala urusannya kepada Allah. Namun, ini bukan berarti ia mengesampingkan semua usaha dan kerja keras yang telah dilakukan.
Sebelum bertawakal, seorang Muslim hendaknya berikhtiar terlebih dahulu. Ia harus mengerahkan segala kemampuannya untuk mencapai tujuan tertentu sebelum akhirnya menyerahkan hasilnya kepada Allah.
Falsafah nrimo ing pandum adalah cerminan dari kekayaan hati. Sebab, orang yang berhasil menerapkannya selalu merasa cukup akan segala karunia yang telah diberikan oleh Allah SWT.
Dalam sebuah hadits, Rasulullah SAW bersabda: “Beruntunglah orang yang berislam, dikaruniai rezeki yang cukup dan dia dijadikan menerima apapun yang dikaruniakan Allah (kepadanya).” (HR. Muslim)
Sebagaimana disebutkan sebelumnya, nrimo ing pandum erat kaitannya dengan sikap qanaah yang dimiliki oleh seorang Muslim. Qanaah adalah puas dengan apa saja yang sudah diterimanya.
Ulama sufi berpendapat bahwa qanaah adalah sikap tenang dan tentram. Sementara Bisyr al-Hafi berpendapat bahwa qanaah ibarat raja yang tidak mau bertempat tinggal kecuali di hati orang beriman.
Abu Sulaiman ad-Darani mengatakan bahwa kedudukan qanaah adalah permulaan rela, sedangkan wara’ adalah zuhud. Ada banyak keutamaan yang bisa didapatkan dengan bersikap qanaah.
Dirangkum dari buku Qanaah: Obat Anti Stress karya Khalid Abu Shalih (2013), berikut penjelasan lengkapnya:
Qanaah adalah pertanda suatu kemenangan bagi seorang Muslim.
Qanaah membuahkan berkah dalam harta, sementara rasa tamak membuahkan penghapusan berkah atau menguranginya.
Kepuasan yang dicerminkan sikap qanaah menunjukkan sejauh mana rasa syukur seseorang, mampu meningkatkan semangat memuja dan memuji kepada Rabbnya, dan merasa cukup dengan segala nikmat yang diberikan kepadanya.
Qanaah akan membuahkan kecintaan dari Allah dan manusia.
Qanaah adalah kekayaan sebenarnya yang membuahkan iman, taqwa, ridha, dan semua keutamaan.
Sikap qanaah lebih baik dibandingkan curahan nikmat yang bisa melalaikan.
(MSD)
Frequently Asked Question Section
Apa qanaah?

Apa qanaah?
Qanaah adalah sikap menerima segala takdir dan ketetapan yang telah diberikan Allah SWT kepadanya.
Apa itu tawakal?

Apa itu tawakal?
Menyerahkan hasil sepenuhnya kepada Allah setelah berusaha keras.
Apa keutamaan sikap qanaah?

Apa keutamaan sikap qanaah?
Pertanda kemenangan, menciptakan berkah harta, membuahkan kecintaan Allah, dan masih banyak lagi.
