Arti Ohayou Gozaimasu dan Ucapan Salam Bahasa Jepang Lainnya

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ohayou gozaimasu adalah salam di pagi hari dalam bahasa Jepang. Salam ini memiliki peran penting dalam budaya Jepang, terutama karena cara penggunaannya mencerminkan tingkat kesopanan dan rasa hormat seseorang terhadap lawan bicara.
Menurut buku Mudah Belajar Bahasa Jepang Melalui Anime karya Emiliana Dewi Aryani dan Rani Andriani Koswara (2014), kata ohayou gozaimasu dapat digunakan dalam situasi standar maupun formal.
Selain ohayou, masih banyak lagi ucapan-ucapan salam yang bisa diucapkan dalam bahasa Jepang. Ucapan ini wajib diketahui jika ingin mulai belajar bahasa Jepang. Simak selengkapnya berikut ini!
Arti Ohayou Gozaimasu
Ohayou gozaimasu (おはようございます) merupakan salah satu salam penting dalam bahasa Jepang yang berarti "selamat pagi". Dikutip dari buku Panduan Pintar Bahasa Jepang oleh Primasari N., Dewi S.S., dan Inoer H. (2011), ohayou digunakan saat bertemu seseorang di pagi hari, yaitu hingga sekitar pukul 10.00. Salam ini tidak digunakan saat perpisahan.
Ohayou biasanya dipakai sebagai bahasa sehari-hari, seperti antara teman akrab atau anggota keluarga. Bentuk sopan dari "ohayou" ditandai dengan tambahan "gozaimasu". Ohayou gozaimasu lebih formal dan cocok digunakan oleh bawahan kepada atasan, murid kepada guru, atau anak muda kepada orang yang lebih tua.
Selain ohayou gozaimasu (おはようございます), bahasa Jepang memiliki beberapa salam lain yang digunakan sesuai dengan waktu dan situasi tertentu, yaitu:
Konnichiwa (こんにちは) digunakan untuk menyapa seseorang setelah pukul 10.00 hingga matahari terbenam.
Konbanwa (こんばんは) adalah salam yang digunakan saat malam hari, setelah matahari terbenam.
Baca juga: 5 Rekomendasi Serial Jepang Terbaik dari Berbagai Genre
Ucapan Salam Bahasa Jepang Lainnya
Setelah memahami tentang budaya ojigi, sebaiknya ketahui ucapan-ucapan salam lain yang bisa disampaikan selain ohayou.
Selain ucapan ohayou atau selamat pagi, masih banyak ungkapan atau sapaan sehari-hari lainnya. Berikut contoh ungkapan sehari-hari yang mudah diucapkan, dikutip dari buku Primasari (2014), Ngobrol Asyik Bahasa Jepang Sehari-hari:
Ogenki desu ka = Apa kabar?
Genki ni shite imasu ka = Apakah sehat?
Go-kigen wa ikaga desu ka = Bagaimana keadaanmu?
Hai, genki desu = Kabar sehat.
Hai, aikawarazu genki desu = Sehat seperti biasanya.
Iie, amari genki dewa arimasen = Tidak begitu sehat.
Arigatou genki desu = Terima kasih, saya sehat.
Maa maa desu = Biasa saja.
Amari yoku arimasen = Tidak terlalu baik/sehat.
Saiaku desu = Kabar buruk.
Ogenki de = Baik-baik ya!/Jaga kesehatan!
Shitsureishimasu = Permisi.
Shitsureishimashita = Permisi.
Ganbatte kudasai = Bersemangatlah/Berjuanglah!
Onegaishimasu = Minta tolong, ya.
Yoroshiku onegaishimasu = Minta tolong, ya.
O-dekake desu ka = Mau keluar, ya?
O-kaeri desu ka = Mau pulang?
Ii tenki desu ne = Cuaca yang bagus.
O-saki ni = Duluan, ya.
O-saki ni shitsureishimasu = Permisi duluan.
Douzo o-saki ni = Silakan duluan.
Douzo = Silakan.
Douzo suwatte kudasai = Silakan duduk!
Dou desu ne = Begitu, ya.
Sou desu ka = Oh begitu, ya.
Moshi-moshi = Halo! (telepon)
Ii desu ne = Syukurlah/baguslah.
Yokatta desu ne = Syukurlah/baguslah.
Hontou desu ka = Benarkah?
O-hisashiburi desu ne = Lama tak jumpa, ya.
Shibaraku desu ne = Lama tak jumpa, ya.
Go-busata shite orimasu = Lama tak jumpa, ya! (formal)
Budaya Salam di Jepang
Pengucapan salam di Jepang umumnya disertai dengan budaya ojigi atau membungkuk. Dalam buku Ngobrol Asyik Bahasa Jepang Sehari-hari oleh Primasari (2014), disebutkan bahwa ojigi adalah kebiasaan yang tidak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari di Jepang.
Orang Jepang jarang berjabat tangan, tetapi lebih sering membungkuk sebagai tanda hormat, permohonan maaf, terima kasih, atau salam. Tingkat kemiringan bungkukan mencerminkan status orang yang ditemui.
Untuk teman sebaya, bungkukan dilakukan dengan sudut kecil, sedangkan untuk orang yang lebih dihormati, bungkukan dilakukan lebih dalam.
(SLT)
