Konten dari Pengguna

Arti Pedot, Istilah Bahasa Jawa yang Viral di TikTok

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi TikTok. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi TikTok. Foto: Shutterstock

Kata “pedot” belakangan ini viral di media sosial, khususnya TikTok. Kata tersebut diucapkan oleh salah satu ODGJ binaan Purnomo yang bernama Soni.

Purnomo sendiri merupakan konten kreator TikTok yang juga berprofesi sebagai polisi. Melalui akun pribadinya, Purnomo sering membuat konten yang menunjukkan kesehariannya saat membina para ODGJ dan orang terlantar.

Purnomo menjalani hal tersebut murni karena ingin membantu sesama. Ia pun mengunggah beberapa video di akun YouTube, TikTok, dan Instagramnya dengan tujuan untuk menginspirasi masyarakat sekitar agar senantiasa berbuat baik.

Kata “pedot” yang dinyanyikan oleh Soni pun kini viral dan banyak digunakan oleh netizen. Apa makna pedot dalam bahasa Indonesia? Simak selengkapnya dalam artikel berikut ini.

Arti Kata Pedot dan Contoh Penggunaannya

Ilustrasi menulis bahasa jawa. Foto: Shutter Stock

Secara bahasa, pedot artinya putus. Kata ini biasa digunakan dalam berbagai konteks percakapan, baik formal maupun informal.

Misalnya, ketika ingin mengatakan “tali itu putus”, maka Anda bisa menyelipkan kata pedot di dalamnya. Bentuk kalimatnya dalam bahasa Jawa yaitu taline pedot.

Selain itu, pedot juga bisa digunakan dalam konteks sinyal yang putus-putus. Jika ingin mengucapkannya dalam bahasa Jawa, maka Anda bisa mengatakan “sinyale pedot-pedot”.

Kata pedot juga kembali viral usai capres nomor urut 3, Ganjar Pranowo, mengucapkan istilah “pedot oyot” dalam sambutannya. Pesan ini ia sampaikan di momen apel siaga yang dihelat pada 25 Agustus 2023 di Stadion Jatidiri, Semarang.

Dalam pidatonya, Ganjar mengatakan, “Maka terakhir sebagaimana yang Mbak Puan pernah katakan untuk semuanya, jangan sampai kita pedot oyot. Jangan sampai perjuangan yang kita lakukan tercabut dari akarnya.”

Selain itu, pedot juga viral usai video milik Purnomo tersebar luas di TikTok. Dalam videonya, Purnomo merekam seorang ODGJ bernama Soni.

Dalam video tersebut, Soni menyanyikan lagu pedot menggunakan nada yang diciptakannya sendiri. Namun, Soni baru mau menyanyikan lagu tersebut jika dipancing dengan kalimat “Karena pe..”

Ilustrasi kata pedot. Foto: Shutter Stock

Setelah dipancing, barulah ia menyambungkannya dengan spontan. Liriknya sederhana dan tidak mengandung makna apapun. Sambil diiringi nada “tak dung dung” yang keluar dari mulut Purnomo, Soni menyanyikan:

“Aselole tak dung dung tambah pedot. Tak dung dung tambah pedot. Tak dung dung wedi pulang. Tak dung dung wedi maneh. Tak dung dung aselole. Tak dung dung pedot.”

Nyanyiannya ini lantas viral di TikTok. Banyak konten kreator yang memotong cuplikan videonya sambil menuliskan lirik “pedot” milik Soni tersebut.

Bahkan, ada TikTokers yang turut membuatkan lagu DJ Remix-nya. Netizen pun merasa terhibur dengan nyanyian sederhana yang diciptakan oleh Soni. Alhasil, video pedot berhasil mendapatkan like hingga puluhan ribu.

Dari beberapa contoh tersebut, Anda sudah bisa menelaah penggunaan kata “pedot” dalam bahasa Jawa. Dapat disimpulkan bahwa kata ini bisa disampaikan dalam percakapan sehari-hari maupun situasi formal.

(MSD)