Konten dari Pengguna

Arti Penting Melaksanakan Sikap Toleransi dalam Kehidupan Bermasyarakat

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi toleransi. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi toleransi. Foto: Shutterstock

Toleransi menjadi sikap yang harus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Sikap ini mampu menciptakan lingkungan yang aman tenteram dan terhindar dari konflik.

Secara bahasa, toleransi berasal dari kata 'tolerance' yang artinya sabar terhadap sesuatu. Sedangkan secara istilah, toleransi artinya sikap dan perbuatan yang melarang adanya diskriminasi terhadap kelompok atau golongan yang berbeda dalam suatu masyarakat.

Sikap toleransi dapat dikenali dengan beberapa karakteristik, yaitu saling menghormati serta menghargai, memberikan kesempatan yang sama untuk semua orang, dan tidak memaksakan kehendak. Lantas, apa arti penting melaksanakan sikap toleransi dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara?

Arti Penting Melaksanakan Sikap Toleransi

Dilansir dari Psychology Today, toleransi itu mencakup sikap adil, objektif, dan permisif terhadap segala perbedaan, mulai dari perbedaan pendapat, ras, agama, budaya, kebangsaan, dan sebagainya.

Ilustrasi bersatu dalam keberagaman. Foto: Shutterstock

Toleransi merupakan fondasi utama seseorang dalam membangun kehidupan yang damai dalam masyarakat plural. Toleransi menjadi konsep modern untuk menggambarkan sikap saling menghargai dan kerja sama antar kelompok masyarakat yang berbeda.

Indonesia merupakan negara dengan suku bangsa, budaya, bahasa, dan ciri fisik masyarakat yang sangat beragam. Sehingga sikap toleransi berarti penting dalam persatuan bangsa, kerukukunan masyarakat, memunculkan nasionalisme, dan juga memperkukuh kesatuan Indonesia.

M Abdullah dalam buku Pluralisme Agama dan Kerukunan dalam Keagamaan menyebutkan bahwa sikap toleransi dapat dibentuk melalui beberapa unsur yaitu memberikan kebebasan, mengakui hak setiap orang, dan saling mengerti. Pelaksanaannya harus dimulai dari kesadaran tiap individu terlebih dahulu.

Masing-masing individu harus memahami pentingnya menghargai perbedaan di lingkungan masyarakat yang majemuk. Dengan begitu, manfaat toleransi pun dapat dirasakan oleh semua lapisan.

Begitu pentingnya sikap toleransi sehingga tiap individu harus berusaha menerapkannya. Ada banyak cara yang bisa dilakukan untuk meningkatkan rasa toleransi, salah satunya adalah menghilangkan kebiasaan buruk.

Ajarkan toleransi pada anak sejak dini. Foto: K.W. Barrett via Flickr

Hindari sikap mau menang sendiri, egosentrisme, atau menganggap diri paling benar atau paling pandai. Sikap ini akan melemahkan kemampuan seseorang untuk menerima perbedaan yang timbul di masyarakat.

Tinggalkan pula sikap kaku atau tidak mau tahu. Rendahnya toleransi kerap kali disebabkan sikap seseorang yang diterapkan dalam kehidupannya.

Sebagai contoh, sikap kaku, keras, tidak kenal kompromi, atau tidak mau tahu adalah sikap-sikap yang tidak memungkinkan seseorang tidak memiliki sikap toleransi. Cobalah untuk belajar mendengarkan, menerima perbedaan dan mengakui kesalahan. Dengan langkah kecil itu, seseorang bisa menjadi pribadi yang lebih toleran.

Mengutip buku Pendidikan Toleransi Berbasis Kearifan Lokal oleh Muhammad Japar, dkk., bentuk konkret pelaksanaan toleransi di masyarakat dapat diuraikan sebagai berikut:

  • Menghargai dan menghormati hak orang lain

  • Tidak mendiskriminasi atau membeda-bedakan orang berdasarkan suku agama, ras, gender dan sebagainya

  • Tidak menyakiti atau mengganggu kebebasan orang lain baik dalam memilih agama, keyakinan politik dan memilih kelompok

  • Berlapang dada dalam menerima semua perbedaan, karena perbedaan adalah anugerah Tuhan

  • Tidak membeda-bedakan teman keyakinan

(MSD)