Arti Prasaja Tegese dan Beragam Kosakata Bahasa Jawa Lainnya

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kata di dalam bahasa Jawa pun masih digolongkan menjadi beberapa macam. Saking beragamnya, tidak menutup kemungkinan masih banyak masyarakatnya yang belum mengetahui apa arti dari prasaja.
Secara istilah, prasaja tegese atau artinya sederhana, jujur, terus terang. Sederhana di sini dapat diartikan tidak berlebihan, secukupnya, atau sepatutnya. Contoh penggunaan kata prasaja ada pada kalimat sebagai berikut:
Urip iku sik prasaja wae (Hidup itu yang sederhana saja).
Keluarga Pak Slamet uripe prasaja (Keluarga Pak Slamet hidup dengan kondisi yang sederhana).
Wajik kletik gula Jawa, luwih becik sing prasaja (Akan selalu lebih baik jika hidup itu tetap sederhana atau bersahaja).
Adapun lawan kata dari prasaja, yakni mubra-mubra yang artinya berlebihan, basa-basi, atau orang yang serba dalam keadaan berkecukupan. Contoh kalimatnya seperti, menawi ngendikan ingkang prasaja kemawon, mboten tansah mubra-mubra (jika berbicara terus terang saja, tidak perlu basa-basi).
Selain prasaja, masih banyak kosakata bahasa Jawa lain yang bisa digunakan dalam percakapan sehari-hari. Apa saja? Simak ragamnya dalam pembahasan berikut ini.
Kosakata Bahasa Jawa Selain Prasaja
Menghimpun dari buku Kamus Praktis Berbahasa Jawa Keseharian milik Siti Alfi dkk. dan Tata Bahasa Jawa Kuna tulisan Miswanto, berikut uraian kosakata Jawa.
Candhake = selanjutnya.
Dakocori = dialirkan.
Ditancepake = ditancapkan.
Duda = pria yang sudah tidak memiliki istri.
Garwa = istri
Ijo Royo-Royo = hijau sekali.
Kalpika = cincin.
Kuncup = tidak membuka atau tidak mengembang.
Mbujang = belum memiliki istri.
Nagari = negara.
Nggandhul = menggantung.
Ngudi = mengupayakan atau mengusahakan.
Njanur gunung = seperti tidak biasanya.
Nyawiji = bersatu.
Ora gelem rabi = tidak mau menikah.
Padha = sama.
Pungkasan = terakhir.
Rabi = berumah tangga.
Ron = daun.
Senadyan = walaupun atau meskipun.
Udakara = kira-kira, kurang lebih.
Kagungan = punya.
Wonten = ada.
Kersa = mau.
Tindhak = pergi.
Rawuh = datang.
Ngendika atau ngendiko = bicara.
Dawuh = bilang.
Mrisani = lihat.
Ngertos = mengerti.
Dahar atau nedo = makan.
Ngunjuk = minum.
Miereng = dengar.
Paringi = kasih.
Remen = suka.
Tresna atau tresno = cinta.
Penggalih = pikir.
Nadamel atau damel = membuat.
Lenggah atau pinarak = duduk
Tumbas = beli
Kendhel = berani
Tebeh = jauh
Cerak = bekat
Tengen = kanan
Kiwo = kiri
Adem atau asrep = dingin
Wingi atau kolowingi = kemarin
Sesuk atau mbenjang = besok
Nduwur atau nginggil = atas
Ngisor atau ngandap = bawah
Ngelih atau luwe = lapar
Seneng atau rahayu = bahagia
Lara atau gerah = sakit
Ngapunten, ngapura, atau ngapuro = maaf
Esuk atau enjing-injing = pagi
Awan atau siang = siang
Bengi atau dalu = malam
Piye kabare, pripun, atau kadospundhi = apa kabar
Piro atau pinten = berapa
(VIO)
