Arti Qadarullah Beserta Makna dan Penggunaannya dalam Kehidupan Sehari-hari

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ungkapan qadarullah kerap digunakan umat Muslim dalam percakapan sehari-hari. Kata ini mengandung makna bahwa segala sesuatu yang terjadi adalah kehendak Allah Swt.
Secara bahasa, qadarullah artinya hukum, perintah, kehendak, atau ketetapan. Sedangkan secara istilah, qadarullah adalah takdir atau keputusan Allah Swt yang diberikan kepada makhluk-Nya.
Qadarullah termasuk dalam bentuk iman kepada Allah. Hal ini telah dijelaskan dalam hadits Rasulullah SAW. Diriwayatkan bahwa beliau bersabda:
"Iman ialah engkau percaya kepada Allah, Malikat-Malaikat-Nya, kitab-kitabnya, Rasul-Rasul-Nya, hari akhir, dan engkau percaya kepada Qadar Allah, yang baik maupun yang buruk." (HR. Muslim)
Bagaimana penggunaan ungkapan qadarullah dan seperti apa maknanya? Simak artikel berikut untuk mengetahui jawabannya.
Makna dan Penggunaan Ungkapan Qadarullah
Takdir Allah kerapkali datang dengan cara yang tak terduga. Tidak ada satupun makhluk yang bisa memprediksinya, termasuk Rasulullah SAW dan para sahabat.
Di antara banyaknya takdir, musibah menjadi salah satu yang Allah timpakan kepada umat manusia. Lewat musibah, manusia kehilangan orang terkasih, harta benda, dan materi berharga.
Terkadang sulit bagi sebagian orang untuk menerima kenyataan tersebut. Beberapa di antaranya akan berkata, “Jika tidak demikian, itu pasti tidak akan terjadi.”
Dalam Islam, pernyataan tersebut sangat dilarang. Karena pada dasarnya, segala sesuatu yang terjadi di muka bumi adalah kehendak Allah Swt. Dalam sebuah hadits, Rasulullah SAW bersabda:
"Mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai oleh Allah daripada mukmin yang lemah. Namun, keduanya tetap memiliki kebaikan. Bersemangatlah atas hal-hal yang bermanfaat bagimu. Minta tolonglah pada Allah, jangan engkau lemah. Jika engkau tertimpa suatu musibah, maka janganlah engkau katakan: "Seandainya aku lakukan demikian dan demikian." Akan tetapi hendaklah kau katakan: "Ini sudah jadi takdir Allah (Qodarullah wa maa-syaa-a fa'ala). Setiap apa yang telah Dia kehendaki pasti terjadi." Karena perkataan seandainya dapat membuka pintu syaitan." (HR Muslim).
Melalui hadits tersebut, Rasulullah SAW menganjurkan umat Muslim untuk mengucapkan qadarullah ketika ditimpa musibah. Ungkapan ini bisa menjadi pengingat bagi diri sendiri bahwa Allah Swt Maha Kuasa atas segala takdir.
Ini dilakukan sebagai bentuk keimanan seorang Muslim kepada Allah. Ia harus meyakini bahwa segala sesuatu yang terjadi, baik atau buruk, adalah kehendak-Nya.
Umat Muslim pun hendaknya menyadari bahwa seburuk-buruknya takdir, pasti ada hikmah di baliknya. Akan ada pelajaran berharga yang bisa diambil untuk menjalani kehidupan yang lebih baik lagi.
(MSD)
Frequently Asked Question Section
Apa arti qadarullah?

Apa arti qadarullah?
Secara bahasa, qadarullah artinya hukum, perintah, kehendak, atau ketetapan. Sedangkan secara istilah, qadarullah adalah takdir atau keputusan Allah Swt yang diberikan kepada makhluk-Nya.
Mengapa ungkapan qadarullah sangat dianjurkan?

Mengapa ungkapan qadarullah sangat dianjurkan?
Ungkapan ini bisa menjadi pengingat untuk diri sendiri bahwa Allah Maha Kuasa atas segala takdir.
Bagaimana penggunaan ungkapan qadarullah?

Bagaimana penggunaan ungkapan qadarullah?
Bisa digunakan ketika ditimpa musibah, ungkapkan qadarullah. Yakini bahwa segala sesuatu terjadi atas kehendak Allah.
