Konten dari Pengguna

Arti Qadarullah dan Pengunaannya dalam Kehidupan Sehari-hari

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi mengucapkan Qadarullah. Foto: iStock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi mengucapkan Qadarullah. Foto: iStock

Qadarullah mungkin bukanlah istilah yang asing bagi umat Muslim. Pasalnya, kata tersebut memang kerap digunakan dalam percakapan sehari-hari, baik berupa tulisan maupun lisan. Namun, apa sebenarnya arti Qadarullah?

Secara bahasa, Qadarullah (قَدَرُ اللَّهِ) dapat diartikan dengan hukum, perintah, kehendak, atau ketetapan. Sedangkan, menurut istilah Qadarullah berasal dari kata Qadar, yang jika dikutip dari buku Qadar oleh Muhammad Fathullah Kulan (2011: 1), memiliki arti sesuatu yang telah ditetapkan oleh Allah SWT menurut kehendak-Nya.

Qadarullah menunjukkan bahwa segala sesuatu yang terjadi di alam semesta adalah kehendak Allah SWT. Apapun yang akan terjadi maupun yang sudah terjadi seluruhnya dikembalikan kepada kehendak dan ketetapan Allah SWT.

Ilustrasi mengucapkan Qadarullah. Foto: kabarmakkah

Penggunaan Ucapan Qadarullah

Terkadang, banyak orang yang memasang ekspektasi terlalu tinggi. Akibatnya, sulit baginya untuk menerima kenyataan ketika mendapat hasil yang tak sesuai harapan. Sehingga pada akhirnya akan ada penyesalan ataupun pengandaian. Misalnya andai tidak begini, itu pasti tidak akan terjadi, dan semacamnya.

Padahal, pernyataan seperti itu menunjukkan ketidakpercayaan seorang Muslim terhadap Allah. Bahwa segala sesuatu yang telah terjadi, baik atau buruk merupakan kehendak Allah yang tidak bisa dihindari maupun dilawan.

Di momen-momen seperti ini lah seorang Muslim sebaiknya mengucapkan qadarullah untuk mengingatkan diri sendiri akan kebesaran Allah dalam menetapkan takdir. Nabi Muhammad dalam sebuah hadits Riwayat Muslim bersabda:

"Mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai oleh Allah daripada mukmin yang lemah. Namun, keduanya tetap memiliki kebaikan. Bersemangatlah atas hal-hal yang bermanfaat bagimu. Minta tolonglah pada Allah, jangan engkau lemah.

Jika engkau tertimpa suatu musibah, maka janganlah engkau katakan: "Seandainya aku lakukan demikian dan demikian." Akan tetapi hendaklah kau katakan: "Ini sudah jadi takdir Allah (Qodarullah wa maa-syaa-a fa'ala). Setiap apa yang telah Dia kehendaki pasti terjadi." Karena perkataan seandainya dapat membuka pintu syaitan." (HR Muslim).

Mengucapkan Qadarullah dalam kehidupan sehari-hari sangat dianjurkan sebagai bentuk keimanan seorang Muslim kepada Allah SWT. Karena seburuk-buruknya takdir, pasti ada hikmah di baliknya yang bisa diambil sebagai pelajaran untuk menjalani hidup dengan lebih baik lagi.

(ADS)