Tentang KamiPedoman Media SiberKetentuan & Kebijakan PrivasiPanduan KomunitasPeringkat PenulisCara Menulis di kumparanInformasi Kerja SamaBantuanIklanKarir
2025 © PT Dynamo Media Network
Version 1.102.2
Konten dari Pengguna
Arti Qidam dan Al-Baqa sebagai Sifat Wajib Allah SWT
28 Oktober 2021 14:25 WIB
·
waktu baca 2 menitTulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

ADVERTISEMENT
Setiap Muslim wajib meyakini sifat-sifat Allah yang wajib, mustahil, dan jaiz. Semua sifat tersebut menunjukan keagungan, kesempurnaan, keindahan, dan kesucian Allah SWT. Dengan memahami sifat-sifat Allah, umat Muslim bisa mengapresiasi kebesaran-Nya sepenuhnya.
ADVERTISEMENT
Mengutip dari buku Aqidah Akhlak oleh Taofik Yusmansyah, sifat-sifat Allah dibagi menjadi empat macam, salah satunya sifat salbiyah. Sifat salbiyah adalah sifat-sifat yang berlawanan dengan sifat wajib bagi Allah. Sifat salbiyah menunjukkan bahwa Allah memiliki sifat yang berbeda dengan makhluk-makhluk ciptaan-Nya.
Salah satu sifat wajib yang tergolong sebagai salbiyah adalah qidam dan Al-baqa. Umat Muslim bisa mengenal Allah lebih baik ketika mempelajari sifat qidam dan Al-baqa.
Al-Baqa dan qidam artinya apa? Untuk mengetahui maknanya, simak ulasan berikut.
Arti Sifat Qidam
Dalam buku Jawahirul Kalamiyah oleh Bahrudin Achmad, qidam berarti terdahulu, dan mustahil Allah bersifat Hudus (baru). Sifat ini menandakan bahwa Allah sebagai pencipta sudah ada sebelum terciptanya alam semesta.
ADVERTISEMENT
Allah tidak memiliki permulaan. Dia juga tidak memiliki akhir karena bukan sesuatu yang baru atau diciptakan seperti makhluk-makhluk di dunia.
Salah satu dalil yang membahas mengenai sifat qidam adalah firman Allah dalam surat Al Hadid ayat 3 yang artinya: “Dialah Yang Awal dan Yang Akhir, Yang Zahir dan Yang Batin, dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu.” (QS. Al Hadid: 3)
Manusia tidak bisa mengetahui kapan alam semesta diciptakan. Namun dengan memahami sifat qidam, manusia tahu bahwa Allah telah ada sebelum dunia dan segala isinya diciptakan.
Arti Sifat Al-Baqa
Masih dari buku yang sama, Al-Baqa berarti Allah SWT tidak ada akhirnya, dan mustahil bagi-Nya bersifat fana (rusak/tidak abadi).
Setiap makhluk hidup akan lahir dan mati. Dalam proses tersebut, makhluk biasa akan mengalami perubahan. Seperti manusia, dimulai dari bayi yang tidak berdaya, tumbuh dewasa, dan meninggal. Begitu juga pohon yang berawal dari tunas, tumbuh menjadi tanaman besar, lalu layu dan mati.
ADVERTISEMENT
Allah sebagai pencipta alam semesta tidak mengalami proses tersebut. Dia adalah Zat yang kekal, tidak berubah, dan tidak ada akhir. Dalam Al Quran, surat Ar Rahman ayat 26 menekankan soal sifat Al-Baqa.
“Semua yang ada di bumi itu akan binasa. Dan tetap kekal Wajah Rabb-mu yang mempunyai kebesaran dan kemuliaan.” (QS. Ar Rahman: 26)
(ADB)