Tentang KamiPedoman Media SiberKetentuan & Kebijakan PrivasiPanduan KomunitasPeringkat PenulisCara Menulis di kumparanInformasi Kerja SamaBantuanIklanKarir
2025 © PT Dynamo Media Network
Version 1.100.8
Konten dari Pengguna
Arti Rancak Bana dalam Bahasa Minang dan Ungkapan Lain yang Populer
11 September 2022 10:02 WIB
·
waktu baca 2 menitTulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

ADVERTISEMENT
Rancak bana merupakan salah satu ungkapan yang cukup populer dalam bahasa Minang. Kalimat tersebut biasa digunakan oleh masyarakat Minangkabau dalam percakapan sehari-harinya.
ADVERTISEMENT
Secara harfiah, rancak bana artinya cantik sekali atau indah sekali. Kalimat ini biasanya digunakan sebagai ungkapan pujian terhadap suatu objek atau peristiwa.
Misalnya, ketika berkunjung ke salah satu destinasi alam dan melihat pemandangan yang cantik, seseorang akan mengatakan “Rancak bana!”. Kalimat ini bisa ditambahkan dengan ungkapan lain yang disesuaikan dengan konteksnya.
Kalimat “Rancak bana” menjadi ciri khas tersendiri bagi bahasa Minang. Selain itu, ada pula ungkapan lain yang tak kalah populer. Apa saja? Simak ragamnya dalam artikel berikut ini.
Ungkapan Populer Bahasa Minang
Mengutip buku Kamus Minangkabau-Indonesia karya Marah Rusmali, dkk., sejatinya bahasa Minang adalah bahasa yang biasa dipakai sebagai media pengekpresian sastra Minangkabau, baik lisan maupun tulisan. Bahasa ini termasuk dalam rumpun bahasa Melayu Austronesia.
Dalam perkembangannya, bahasa Minang memiliki beberapa ungkapan yang unik dan khas. Dirangkum dari beberapa sumber, berikut penjelasan lengkapnya untuk Anda.
ADVERTISEMENT
1. Onde Mande
Pasti Anda sering mendengar ungkapan “onde mande” dalam berbagai situasi. Menurut tata bahasanya, kalimat onde mande biasa digunakan sebagai ungkapan terkejut, baik dalam konteks negatif atau positif.
Jika diterjemahkan, onde mande artinya ‘ya ampun, ibu’. Kalimat ini memiliki arti serupa dengan astaga. Contoh penggunaannya yaitu: “Onde mande, lamak bana lah kau ini.” (Ya, ampun lama banget kamu ini)
2. Bara
Secara bahasa, kata bara artinya berapa. Kata ini biasa diucapkan ketika seseorang sedang melakukan transaksi dengan penjual. Anda bisa menggunakan kata bara untuk menanyakan harga suatu barang atau makanan.
Contoh kalimatnya yaitu, “bara harga iko?” (berapa harga barang itu?) atau “bara sadanyo uni?” (berapa harga semua barang ini, uni?).
3. Pai
Dalam bahasa Minang, pai artinya pergi. Orang-orang Minang biasa menggunakan kata ini untuk menjelaskan tempat yang hendak dituju. Contohnya: “Awak ni pai ka Payakumbuah” (Saya ingin pergi ke Payakumbuh)
ADVERTISEMENT
4. Baa Kaba
Jika orang Sunda menggunakan ungkapan “kumaha damang” untuk menanyakan kabar, maka orang Minang menggunakan ungkapan “Baa kaba”. Ungkapan ini bisa ditujukan kepada orang yang lebih tua atau seumuran. Contohnya: “Baa kaba, uni/uda?” (Apa kabar kak?)
5. Lamak bana
Lamak bana merupakan ungkapan yang biasa digunakan untuk memuji makanan. Jika diterjemahkan, lamak bana artinya enak sekali. Ketika mengunjungi rumah makan Padang, Anda bisa mengatakan “Uda/uni, lamak bana lah masakan ni” (Kak, enak sekali makanan ini).