Konten dari Pengguna

Arti Rating Things I Did yang Viral di TikTok

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi TikTok. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi TikTok. Foto: Shutterstock

Tren “rating things I did” belakangan ini viral di TikTok. Banyak netizen yang mengunggah konten berupa kumpulan foto untuk menceritakan hal-hal unik atau nyeleneh yang pernah dialaminya.

Tidak diketahui secara pasti siapa yang pertama kali memulai tren ini. Namun, setelah ditelusuri lebih lanjut, ternyata istilah “rating things I did” pernah muncul tahun 2022 di X (saat itu Twitter) dan TikTok.

Kemudian, tren ini kembali viral dengan konteks yang berbeda. Secara harfiah, arti "rating things I did" adalah memberikan nilai pada hal-hal yang saya lakukan. Melalui tren ini, seseorang akan menilai pengalaman konyol yang pernah dialaminya dulu.

Tak jarang, mereka juga menceritakan aktivitas yang tragis, menyeramkan, atau bahkan berkaitan dengan prestasi selama hidup. Agar lebih paham arti rating things I did yang viral di TikTok, simaklah pembahasan lengkapnya berikut ini.

Arti Rating Things I Did dan Contoh Penggunaannya

Ilustrasi TikTok. Foto: Shutterstock

Tren rating things I did masih ramai berseliweran di beranda TikTok. Tren tersebut dibuat dengan format kumpulan foto dilengkapi cerita singkat dan musik yang ikonik.

Tidak hanya netizen, beberapa artis dan public figure juga ikut meramaikan tren ini. Mereka mengkreasikan kontennya ke berbagai konteks yang dianggap relevan dengan banyak audiens. Misalnya menceritakan kenakalan di masa kecil, hal-hal konyol yang pernah dilakukan, dan prestasi yang bisa dibanggakan.

Memang, penggunaan tren ini bisa digunakan untuk banyak hal. Anda bisa menulisnya dengan kalimat “rating things I did at (usia)” atau “rating things I did in (tahun)”.

Selain menceritakan pengalaman pribadi, Anda juga bisa memberikan skor pada pengalaman orang lain. Misalnya pengalaman orangtua di masa kecil, pengalaman adik, teman, dan lain-lain.

Ilustrasi TikTok. Foto: Konstantin Savusia/Shutterstock

Jika ingin mengunggah konten yang sedikit berbeda, Anda bisa menceritakan kisah asmara orangtua. Contoh konten yang sempat viral yaitu ketika ada anak yang memberikan rating untuk tindakan ibunya yang dianggap tepat.

Dalam kontennya, ia mengatakan bahwa ibunya sering menolak pria-pria yang tidak bermodal dan tak bertanggung jawab. Kemudian, memilih menikahi ayahnya yang kaya raya.

Anaknya menganggap bahwa tindakan ibunya sangat tepat. Sebab setelah ayahnya meninggal dunia, sang ayah memberikan warisan berupa kontrakan 130 pintu kepada ibunya, lalu membuat ukiran bertuliskan “Untuk istriku tercinta”.

Lewat tren ini, pengguna TikTok bisa berbagi pengalamannya kepada banyak orang. Karena trennya sedang viral, maka mereka pun bisa menjangkau audiens yang lebih luas.

Tren yang Sedang Viral di TikTok

Ilustrasi TikTok. Foto: Shutterstock

Selain rating things I did, ada juga tren TikTok lainnya yang viral baru-baru ini, yakni sebagai berikut:

1. I took selfie everytime I felt pretty

Tren ini biasanya diikuti oleh pengguna TikTok yang ingin menampilkan koleksi foto cantiknya. Mereka akan membuat video singkat dengan backsound lagu dari Billie Eilish berjudul “Birds of a Feather”.

2. Real or Fake

Tren ini banyak digunakan untuk konten-konten komedi dan percintaan. Contohnya, seorang konten kreator mengatakan, “Kalau putus karena diselingkuhin, move on-nya pasti cepet. Real or Fake?”. Kemudian, dia akan menjawabnya “Oh no! Fake”.

Artinya, meski diputuskan karena selingkuh, orang yang cintanya tulus tetap kesulitan untuk move on.

3. Boleh juga

Lagu dari Salma Salsabil yang berjudul “Boleh Juga” belakangan ini viral di TikTok. Trennya menunjukkan tipe ideal seseorang dalam mencari pasangan.

Misalnya, “Ku tak pandai berdusta jujur saja ‘orang yang love language-nya act of service dan word of affirmation’ boleh juga”.

(MSD)