Arti Sabbe Satta Bhavantu Sukhitatta dan Cara Menjawabnya

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Dalam ajaran agama Buddha, dikenal sebuah kalimat sabbe satta bhavantu sukhitatta yang merupakan salah satu inti ajaran agama ini. Apa arti sabbe satta bhavantu sukhitatta?
Merujuk buku Re-memorize susunan Yukaristia, setiap agama pasti memiliki inti ajaran yang menunjukkan kasih sayang kepada seluruh makhluk. Dalam Islam, hal ini dikenal istilah ‘Rahmatan Lil’alamin’ yang artinya rahmat bagi seluruh alam.
Begitu pula dalam agama Kristen, ada ajaran tentang saling mengasihi dan mengampuni. Sedangkan dalam agama Hindu, dikenal semboyan 'moksartham jagadhita ya ca iti dharma' yang artinya agama bertujuan untuk mencapai kebahagiaan rohani dan perdamaian hidup di dunia.
Arti Sabbe Satta Bhavantu Sukhitatta
Dalam buku Feng Shui: Mitos & Fakta oleh Suhana Lim, disebutkan bahwa kalimat 'sabbe satta bhavantu sukhitatta' berarti semoga semua makhluk hidup berbahagia. Biasanya kalimat ini diucapkan saat peringatan Waisak. Untuk menjawabnya, Anda bisa mengatakan ‘sadhu sadhu sadhu’ yang artinya ‘bagus, bagus, bagus’
Pada tahun ini, perayaan Tri Suci Waisak 2568 Buddhis Era jatuh pada 23 Mei 2024. Mengutip laman Kemenag, tema yang diusung Kementerian Agama adalah "Kesadaran Keberagaman Jalan Hidup Luhur, Harmonis dan Bahagia". Tujuannya agar umat mengingat bahwa perbedaan bukanlah suatu hal yang harus diperdebatkan atau dipermasalahkan.
Tri Suci Waisak memperingati tiga peristiwa penting yang dilalui Buddha Gautama, yakni kelahiran Pangeran Sidharta, Pertapa Sidharta menjadi Buddha, dan Buddha Gautama parinibbana atau wafat.
Melalui Waisak, umat Buddha diajak untuk mengenang perjuangan Guru Agung Buddha Gautama dalam menemukan Dhamma Kebenaran Mulia yang membawa umat manusia meraih kebahagiaan.
Secara umum, rangkaian perayaan Waisak di Indonesia dimulai dengan Bakti Sosial Kesehatan, pengambilan api abadi di Kabupaten Grobogan, pengambilan air berkah di Kabupaten Temangung, Prosesi, Puja Bhakti Waisak, dan diakhiri Puja Pelita.
Baca Juga: Cara Ikut Perayaan Waisak di Borobudur dan Rangkaian Acaranya
Istilah Lain dalam Ajaran Buddha
Berikut ini beberapa istilah dalam Buddha yang dikutip dari laman Kemenag dan Buddha Dharma Education Association.
Namaste: Hormat saya atau kami kepada Anda.
Sukhi hotu: Semoga ada kebahagiaan atau semoga berbahagia.
Svastyastu: Dalam bahasa Sanskerta artinya semoga ada kesejahteraan atau salam sejahtera.
Namo Omitofo atau omitohud: Salam ini artinya mengharapkan kesejahteraan, kebahagiaan maupun penghormatan kepada lawan bicara.
Bodhisattva atau Bodhisatta: Seseorang yang berupaya mencapai pembebasan demi kesejahteraan semua makhluk.
Brahma Viharas: Kualitas hati dan pikiran yang mulia, sifat ini dapat dikembangkan melalui praktik meditasi tertentu.
Patticca-samupada: Ajaran utama dari Sang Buddha yang menjelaskan proses munculnya penderitaan dan bagaimana penderitaan tersebut dapat dihentikan.
Abhidhamma: Dalam khotbah Canon Pali, istilah ini berarti "Dhamma yang lebih tinggi".
Amitabha: Secara literal berarti cahaya tanpa batas. Amitabha juga merujuk pada Buddha di Tanah Kebahagiaan Tertinggi (Tanah Suci), tempat di mana semua makhluk menikmati kebahagiaan tanpa batas. Amitabha mempunyai 48 sumpah agung untuk mendirikan dan menghiasi Tanah Sucinya. Orang yang melafalkan atau memanggil namanya pada saat meninggal akan dilahirkan di Tanah Kebahagiaan Tertinggi dan menerima sambutan dari Amitabha.
(DEL)
