Arti Sambat sebagai Bahasa Jawa yang Populer di Media Sosial

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sambat merupakan kata dalam bahasa Jawa yang sering muncul di media sosial. Kata sambat sangat mudah dipadukan dengan bahasa Indonesia hingga terlihat unik dan menimbulkan kesan gaul.
Merujuk buku Kamus Indonesia-Jawa oleh Sutrisno Sastro Utomo, sambat artinya mengeluh. Kata sambat biasa digunakan oleh warganet di media sosial bersamaan dengan curahan masalah yang sedang dihadapi.
Contohnya: “Biarinlah gw kebanyakan sambat, sial banget hari ini. Udah bangun kesiangan, ditambah kelupaan bawa dompet.”
Dari contoh tersebut, bisa dilihat bahwa kata “sambat” dapat menggantikan kata “mengeluh” dalam sebuah kalimat.
Istilah Mengeluh dalam Bahasa Jawa
Dalam bahasa Jawa, ada banyak istilah yang bisa menggantikan kata mengeluh. Berikut istilah mengeluh lain dalam bahasa Jawa yang disadur dari buku Kamus Indonesia-Jawa oleh Sutrisno Sastro Utomo.
1. Mengeluh
Dalam bahasa Jawa, mengeluh dapat diungkapkan dengan kata ngresula, nggresula, ngadhuh, bekah-bekuh, mbekos, ngeluh, ngesah, pasambat, sesambat, ngalualah, ngangluh, ngaruhara, ngathuh, dan nggresah.
2. Mengeluh dalam hati
Mengeluh dalam hati dapat diungkapkan dengan istilah grunengan, grunag-gruneg, grunegan, dan grundelan.
3. Mengeluh karena menderita
Mengeluh karena menderita diungkapkan dengan istilah sesambat dan ngresula.
4. Mengeluh karena sakit
Mengeluh karena sakit diungkapkan dengan istilah gembrek-gembrek.
5. Mengeluh secara terus menerus
Mengeluh secara terus menerus disebut dengan istilah nggrantang.
Kata Bahasa Jawa Lainnya
Ketertarikan orang untuk mempelajari atau mengenal bahasa Jawa memang meningkat dari tahun ke tahun. Itu karena banyaknya penggunaan bahasa Jawa di media sosial.
Bagi yang juga ingin belajar, berikut deretan kata dalam bahasa Jawa dan artinya yang bisa dipelajari, dikutip dari buku Kamus Gaul Bahasa Jawa-Indonesia karya Sukamto I.T.N.
Remen artinya suka
Adus artinya mandi
Ajrih/wedi artinya takut
Akeh artinya banyak
Alon artinya pelan
Penggalih artinya hati
Mengko artinya nanti
Saiki artinya sekarang
Sesuk artinya besok
Wingi artinya kemarin
Piro/pinten artinya berapa
Pongah artinya sombong
Rabi artinya menikah
Rai artinya muka/wajah
Rene artinya kemari
Kowe artinya kamu
Sakdhet saknyet artinya langsung bertindak tanpa pikir panjang
Sakjane artinya sebenarnya
Bali artinya kembali/pulang
Awut-awutan artinya acak-acakan
Adem artinya dingin
Abot artinya berat
Ajeg artinya tetap
Siji artinya satu
Loro artinya dua
Telu artinya tiga
Ajur artinya hancur
Ngombe artinya minum
Turu artinya tidur
Tangi artinya bangun
Mangkat artinya berangkat
Mulih artinya pulang
Ambegan artinya bernapas
Penak artinya enak
Pengilon artinya cermin
Sumuk artinya gerah
Lungguh artinya duduk
Ayu artinya cantik
Bagus artinya ganteng
Omah artinya rumah
Reget artinya kotor
Resik artinya bersih
(DND)
