Arti Sebatang Kara dan Idiom Lain yang Sering Digunakan dalam Kalimat

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Dalam dunia sastra, peribahasa merupakan sekelompok kata yang mengandung pengertian tertentu. Nasihat, perbandingan, perumpamaan, prinsip hidup, maupun aturan tingkah laku dapat disampaikan melalui peribahasa.
Peribahasa dibagi menjadi beberapa jenis, salah satunya ungkapan. Mengutip buku Menyelami Keindahan Sastra Indonesia oleh Lianawati W.S., ungkapan atau idiom adalah gabungan kata yang maknanya sudah menyatu dan membentuk arti baru, serta tidak berhubungan dengan kata pembentuk dasarnya.
Ungkapan dapat disampaikan dalam berbagai bentuk, misalnya menggunakan bagian-bagian tumbuhan. Salah satu contohnya adalah sebatang kara. Istilah ini sering digunakan untuk menggambarkan kesendirian. Lantas, apa arti sebatang kara sebenarnya?
Arti Sebatang Kara
Sebatang kara artinya hidup sendirian. Mengutip Buku & CD Kamus Peribahasa Indonesia, sebatang kara juga mengandung arti tidak punya sanak-saudara dan kerabat dekat.
Ungkapan sebatang kara biasanya ditujukan kepada seseorang yang hidup seorang diri dan tidak memiliki siapa-siapa dalam hidupnya. Orang tuanya sudah meninggal, begitu pula sanak-saudaranya yang tidak hidup bersama dia.
Seseorang yang hidup sebatang kara biasanya memiliki kesabaran dan keteguhan hati yang lebih besar. Sebab, dia harus berjuang menerpa ujian-ujian hidup secara mandiri tanpa bantuan siapa pun.
Agar lebih mudah memahami arti sebatang kara, simak contoh kalimatnya sebagai berikut:
Kini aku hidup sebatang kara. Artinya, aku harus punya semangat juang lebih tinggi untuk menghadapi segala ujian yang akan datang.
Nenek itu hidup sebatang kara. Anak satu-satunya belum lama meninggal dunia, sementara keluarganya yang lain entah ke mana.
Gempa bumi di Jogja membuat Desi kini hidup sebatang kara setelah kedua orang tuanya meninggal dalam musibah tersebut.
Selain sebatang kara, ada banyak ungkapan atau idiom lain yang sering digunakan dalam kalimat. Berikut beberapa di antaranya dikutip dari buku Aku Bisa Juara SD/MI Kelas 5 oleh Tim Smart Nusantara dan Majas, Idiom, dan Peribahasa Indonesia Superlengkap tulisan Alnia Prihantini:
Kambing hitam: Orang yang disalahkan
Kuda hitam: Pemenang yang tidak diunggulkan
Naik daun: Mendapat nasib baik/naik pangkat
Perang dingin: Perang tanpa senjata, hanya saling menggertak
Uang panas: Uang yang tidak halal
Melihat dengan mata kepala: Melihat secara langsung
Jalan tengah: Keputusan yang diambil dari dua pendapat secara adil
Mendua hati: Ragu-ragu
Tinggi hati: Sombong
Tebal muka: Tidak punya rasa malu
Kecil hati: Mudah tersinggung
Berhati batu: Tidak menaruh belas kasihan
Lapang hati: Sabar
Tiada duanya
Berkeras hati: Menurut kemauannya sendiri, tidak mau mundur.
Berbadan dua: Sedang mengandung
Diam seribu bahasa: Tidak berkata sepatah kata pun
Pertemuan empat mata: Pertemuan dua orang
Bekerja setengah-setengah: Tanggung
Memasang mata: melihat baik-baik
Meja hijau: Pengadilan
Membabi buta: Mengamuk atau bertindak tanpa perhitungan
Mengadu domba: Mempertentangkan orang dalam kelompok sendiri
Bunga tidur: Mimpi
Seperti anjing dan kucing: Dua orang yang sering bertengkar
Kabar burung: Kabar yang tidak boleh dipercaya karena belum pasti kebenarannya
(ADS)
Frequently Asked Question Section
Apa itu sebatang kara?

Apa itu sebatang kara?
Sebatang kara merupakan idiom atau ungkapan yang sering digunakan dalam kalimat.
Apa yang dimaksud dengan ungkapan?

Apa yang dimaksud dengan ungkapan?
Ungkapan atau idiom adalah gabungan kata yang maknanya sudah menyatu dan membentuk arti baru.
Apa arti perang dingin?

Apa arti perang dingin?
Perang dingin artinya perang tanpa senjata, hanya saling menggertak.
