Arti Segoro Waseso, Weton Jodoh yang Dihitung dari Sisa Neptu

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Weton dipercaya sebagian masyarakat Jawa sebagai penentu dalam memilih jodoh. Ada banyak jenis weton yang ditetapkan berdasarkan perhitungan neptu seseorang, salah satunya Segoro Waseso.
Jika merujuk pada Primbon Jawa, Segoro Waseso artinya orang yang memiliki kewibawaan dan pengalaman yang besar. Ini mengacu pada laki-laki atau perempuan yang akan dinikahi.
Dijelaskan dalam buku 30 Karya Esai Matematika dalam Kehidupan karya Najib Ikom El Hikam, dkk., weton Segoro Waseso didapatkan dengan cara menjumlahkan neptu kelahiran kedua calon mempelai yang kemudian hasilnya dibagi dengan angka 7.
Jika sisanya 1, maka weton jodohnya adalah Segoro Waseso.Namun jika sisanya adalah angka selain 1, maka wetonnya bisa Tunggak Semi, Satria Wibawa, Sumur Sinoba, dan lainnya.
Bagaimana watak weton perjodohan tersebut? Simak pembahasan lengkapnya berikut ini.
Weton Jodoh Berdasarkan Sisa Neptu
Yang perlu dipahami terlebih dahulu adalah tata cara perhitungan weton jodoh berdasarkan sisa neptu. Mengutip jurnal Pola Bilangan Matematis Perhitungan Weton dalam Tradisi Jawa dan Sunda susunan David Setiadi dan Aristya Imswatama (2017), perhitungan tersebut mengacu pada hari dan tanggal lahir kedua mempelai.
Contohnya, jika mempelai laki-laki lahir di hari Sabtu Pahing dan mempelai perempuan lahir di hari Selasa Wage, hitung jumlah hari dan pasaran kedua mempelai dengan cara berikut:
Selasa Wage = 3 + 9 = 11
Sabtu Pahing = 9 + 9 = 18
Jumlah hari dan pasaran kedua mempelai adalah 25. Lalu, hasil penjumlahan tersebut dibagi 7. Maka, 29 : 7 = 4, sisa 1 (Segoro Wasesa).
Anda bisa menghitungnya sendiri dengan menanyakan hari dan pasaran milik pasangan. Adapun ragam weton jodoh lainnya selain Segoro Wasesa adalah:
Sisa 2: Tunggak Semi yang berarti dapat memperoleh rezeki secara langsung.
Sisa 3: Satria Wibawa yang berarti senantiasa mendapatkan penghormatan dan kemuliaan.
Sisa 4: Sumur Sinoba yang berarti dapat menjadi pemimpin yang baik dan bijaksana.
Sisa 5: Satria Wirang yang berarti rumah tangganya sering mendapatkan kesulitan dan tertimpa musibah (aib).
Sisa 6: Bumi Kepetak yang berarti tabah dalam menghadapi berbagai macam penderitaan atau musibah yang melanda di dalam keluarga.
Sisa 7: Lebu Ketiup yang berarti rumah tangganya akan sering mendapatkan kesengsaraan.
Weton Jodoh Berdasarkan Jumlah Neptu
Weton jodoh juga bisa ditentukan berdasarkan penjumlahan neptu kedua mempelai. Dirangkum dari tulisan Eka Aulia berjudul Perhitungan Weton dalam Tradisi Pernikahan di Desa Kanamit Jaya Kecamatan Maluku Kabupaten Pulang Pisau (2020), berikut penjelasannya:
Ratu: Sangat dihargai dan disegani oleh lingkungan sekitar karena keharmonisan rumah tangganya.
Jodoh: Keduanya saling menerima kelebihan dan kekurangan masing-masing. Bahkan, rumah tangga mereka bisa rukun sampai tua.
Tinari: Pasangan selalu diselimuti kebahagiaan, mudah mencari rezeki, dan selalu mendapatkan keberuntungan.
Pegat: Pasangan diselimuti masalah suatu hari nanti karena faktor ekonomi, kekuasaan, dan perselingkuhan.
Topo: Pasangan akan mengalami kesusahan di awal. Tetapi ketika sudah lama berumah tangga, hidupnya akan sukses dan bahagia.
Sujanan: Pasangan akan mengalami pertengkaran karena perselingkuhan.
Pesthi: Pasangan akan diselimuti oleh keharmonisan hingga tua.
Padu: Sering ada masalah kecil, tetapi tidak akan memicu perceraian.
(MSD)
