Arti Sifat Bakhil yang Dibenci Allah dan Kerugiannya

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Allah SWT melarang umat Islam untuk memiliki sifat bakhil karena termasuk penyakit hati yang dibenci oleh-Nya. Bakhil berasal dari kata bakhila atau bakhula-yabkhalu yang artinya memegang erat dan menahan. Maka definisi bakhil adalah menahan apa yang seharusnya tidak ditahan.
Padanan kata bakhil dalam Bahasa Indonesia yakni kikir dan pelit. Allah telah mengingatkan bahwa bakhil adalah sifat yang amat tercela. Allah berfirman:
“Ingatlah, kalian adalah orang-orang yang diminta untuk menafkahkan sebagian harta kalian di jalan Allah, namun di antara kalian terdapat orang-orang yang bakhil. Siapa pun yang bersikap bakhil (kikir), maka sesungguhnya ia bakhil (kikir) terhadap dirinya sendiri, sebab Allah Maha Kaya dan kalian adalah orang-orang miskin.'' (QS Muhammad: 38).
Contoh Sifat Bakhil
Alquran dan hadis menganjurkan umat manusia untuk bersikap prihatin terhadap sesama, khususnya kepada orang-orang yang kurang beruntung. Namun kebakhilan masih dijumpai dalam kehidupan sehari-hari. Beberapa contoh sifat bakhil yang harus dihindari yaitu:
Enggan membayar zakat fitrah dan zakat maal
Berfoya-foya tetapi tidak ingin bersedekah
Bersikap masa bodoh ketika melihat anak yatim piatu
Tidak berkurban ketika hari raya Idul Adha meskipun berkecukupan secara finansial
Tidak ingin melaksanakan haji dan umrah karena takut uangnya berkurang, padahal hartanya lebih dari cukup.
Kerugian Orang yang Bakhil
Orang yang bakhil akan menerima banyak kerugian. Berikut ini adalah hal-hal negatif yang dapat terjadi pada mereka:
Penyebab Kebangkrutan
Orang yang terlalu sayang pada harta hingga enggan menggunakannya untuk kepentingan yang baik tidak akan bertambah kaya. Yang terjadi malah sebaliknya. Rasulullah SAW bersabda:
“Tiada datang pagi hari atas manusia melainkan ada dua malaikat turun, di mana salah satu dari keduanya berdoa, “Ya Allah berilah ganti (yang lebih baik) bagi orang yang berinfak, dan yang kedua berdoa, “Ya Allah buatlah bangkrut orang yang menahan pemberian.” (HR. Bukhari).
Mendapat Siksa
Dalam Surat Ali Imran ayat 180, Allah berfirman:
“Sekali-kali janganlah orang-orang yang bakhil dengan harta yang Allah berikan kepada mereka dari karunia-Nya menyangka bahwa kebakhilan itu baik bagi mereka. Sebenarnya kebakhilan itu adalah buruk bagi mereka. Harta yang mereka bakhilkan itu akan dikalungkan kelak di lehernya di hari kiamat. Dan kepunyaan Allah-lah segala warisan (yang ada) di langit dan di bumi. Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan”.
Banyak Ditimpa Masalah
Dari Nasha’hul-‘Ibad Imam Nawawi Al-Bantani, Abu Bakar Ash-Shiddiq berkata orang yang bakhil tidak bisa terlepas dari salah satu dari tujuh perkara berikut:
Ketika mati hartanya akan diwarisi oleh orang yang akan menghabiskan dan membelanjakannya untuk sesuatu yang tidak diperintahkan Allah.
Allah akan membangkitkan penguasa zalim yang akan merenggut seluruh hartanya setelah menyiksanya terlebih dahulu.
Allah menggerakkan dirinya untuk menghabiskan harta bendanya.
Muncul ide pada dirinya untuk mendirikan bangunan di tempat yang rawan bencana, sehingga bangunan beserta semua harta yang disimpan di dalamnya lenyap.
Ditimpa musibah yang dapat menghabiskan hartanya, seperti tenggelam, terbakar, mengalami pencurian, dan lain sebagainya.
Tertimpa penyakit kronis sehingga hartanya habis untuk berobat.
Dia menyimpan harta di sebuah tempat, kemudian lupa tempat itu sehingga hartanya hilang.
(ERA)
