Konten dari Pengguna

Arti Surup dalam Bahasa Jawa beserta Keterangan Waktu dan Kosakata Lainnya

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Surup Artinya. Foto: unsplash.com
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Surup Artinya. Foto: unsplash.com

Dalam menggambarkan sebuah peristiwa atau kejadian, sebuah informasi memerlukan keterangan waktu untuk mendapatkan gambaran secara jelas. Keterangan waktu adalah kata yang menjelaskan tentang kapan hal tersebut terjadi.

Dalam bahasa Jawa, ada banyak macam kosakata keterangan waktu, contohnya seperti isuk, bengi, wingi, surup, dan lainnya. Mengutip dari buku Baboning Pepak Basa Jawa oleh Budi Anwari, arti surup adalah sore atau akan menjelang malam.

Gambaran waktu surup adalah ketika matahari terbenam, langit berwarna jingga, atau memasuki waktu maghrib. Saat waktu surup, tradisi masyarakat Jawa Timur biasanya melarang anak-anaknya untuk main di luar rumah karena dianggap pamali (sesuatu yang tidak baik untuk dilakukan).

Contoh penggunaan keterangan waktu surup: “Wes surup, ayo ndang mlebu omah (Sudah sore, ayo segera masuk ke dalam rumah)."

Ilustrasi Surup Artinya. Foto: unsplash.com

Keterangan Waktu Lainnya dalam Bahasa Jawa

Selain surup, ada beberapa kata keterangan waktu lain yang digunakan dalam bahasa Jawa. Berikut adalah beberapa di antaranya seperti yang disadur dari buku Baboning Pepak Basa Jawa oleh Budi Anwari.

1. Isuk

Isuk artinya pagi. Keterangan waktu ini digunakan untuk menunjukkan waktu pagi sekitar pukul 07.00-10.00.

Seseorang biasanya memulai aktivitas saat isuk untuk berangkat ke sekolah, berangkat kerja, pergi ke sawah, dan lainnya. Contoh penggunaannya seperti “Bojoku maeng isuk wes budal kerjo (Suamiku tadi pagi sudah berangkat kerja)."

2. Awan/beduk

Awan atau beduk artinya siang. Keterangan waktu ini digunakan untuk menunjukkan waktu pukul 11.00-14.00. Contoh penggunaannya seperti “Sek awan iki, ojo dulinan nang ngarep omah” artinya “Masih siang ini, jangan mainan di luar rumah”.

3. Bengi

Bengi artinya malam. Pada saat keterangan waktu ini tidak akan ada aktivitas yang akan dilakukan lagi.

Keterangan waktu bengi menunjukkan waktu malam pukul 21.00-tengah malam. Biasanya yang dilakukan seseorang adalah untuk beristirahat. Contoh penggunaannya: “Wes bengi, ayo ndang turu (sudah malam, ayo cepat tidur)."

4. Wingi

Wingi artinya kemarin. Keterangan ini tidak menunjukkan waktu berupa jam, namun harian. Contoh penggunaannya: “Wingi aku tuku klambi nang pasar (kemarin aku beli baju di pasar).”

5. Mene

Mene artinya besok. Sama seperti kata wingi, keterangan mene menunjukkan waktu harian. Contoh penggunaannya: “Aku saiki wes ngantuk, mene ae yo (aku sekarang sudah ngantuk, besok saja ya).”

Ilustrasi Surup Artinya. Foto: pixabay.com

Kosakata Bahasa Jawa Sehari-hari

Selain keterangan waktu, ada beberapa kosakata bahasa Jawa sehari-hari untuk dipelajari pemula, yaitu:

Kulo: saya

Kowe/panjengengan: kamu

Awekedhewe: kita

Deweke/piyambakipun: dia

Iki/meniko: ini

Kui/niku: itu

Opo/menopo: apa

Ngendi/wonten pundhi: dimana

Singendi/ingkangpundhi: yang mana

Sopo/sinten: siapa

Ngopo/kadosmenopo: mengapa

Piye/kadospundhi: bagaimana

(EAR)