Arti Syafakillah dan Syafakallah, Ungkapan Doa untuk Orang yang Sedang Sakit

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ketika menjenguk orang sakit, kerap kali seseorang mengucapkan kata syafakillah atau sfayakallah. Kedua kata ini diucapkan untuk mendoakan orang yang sedang sakit supaya diberikan kesembuhan oleh Allah SWT.
Ungkapan syafakillah dan syafakallah berasal dari kata “syifa” yang berarti obat atau penyembuh. Kata ini tercantum dalam hadis shahih yang diriwayatkan Imam Bukhari dan Muslim, yaitu sebagai berikut:
اللَّهُمَّ رَبَّ النَّاسِ مُذْهِبَ الْبَاسِ اشْفِ أَنْتَ الشَّافِى لاَ شَافِىَ إِلاَّ أَنْتَ ، شِفَاءً لاَ يُغَادِرُ سَقَمًا
“Ya Allah Wahai Tuhan segala manusia, hilangkanlah penyakitnya, sembukanlah ia. (Hanya) Engkaulah yang dapat menyembuhkannya, tidak ada kesembuhan melainkan kesembuhan dariMu, kesembuhan yang tidak kambuh lagi.” ( HR. Bukhari, no. 5742; Muslim, no. 2191)
Lalu apa arti dari syafakillah dan syafakallah? Dan apa keutamaan menjenguk orang sakit dalam Islam?
Arti Syafakillah dan Syafakallah
Kata syafakillah dan syafakallah memiliki arti yang sama. Hanya saja, keduanya dibedakan berdasarkan jenis kelamin orang yang dituju.
Kata syafakillah (bahasa Arab: شفاك الله ) memiliki arti "Semoga Allah memberikan kesembuhan kepadamu", ditujukan kepada perempuan. Sedangkan syafakallah memiliki arti yang sama dan ditujukan kepada laki-laki.
Keduanya bermakna doa yang ditujukan kepada orang yang sakit supaya diberikan kesembuhan oleh Allah SWT. Di dalamnya juga mengandung harapan supaya penyakit tersebut tidak datang lagi kepadanya.
Dalam Islam, menjenguk orang sakit merupakan salah satu dari enam kewajiban seorang Muslim terhadap saudara Muslim lainnya. Ini tertuang dalam hadist Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh Imam Muslim.
حَقُّ الْمُسْلِمِ عَلَى الْمُسْلِمِ سِتٌّ. قِيْلَ: مَا هُنَّ يَا رَسُوْلَ اللهِ؟ قَالَ: إِذَا لَقِيْتَهُ فَسَلِّمْ عَلَيْهِ، وَإِذَا دَعَاكَ فَأَجِبْهُ، وَإِذَا اسْتَنْصَحَكَ فَانْصَحْ لَهُ، وَإِذَا عَطَسَ فَحَمِدَ اللَّهَ فَسَمِّتْهُ، وَإِذَا مَرِضَ فَعُدْهُ، وَإِذَا مَاتَ فَاتَّبِعْهُ
Sahabat bertanya: Apa saja, wahai Rasulullah? Beliau menjawab: “Bila engkau bertemu dengannya maka ucapkanlah salam, bila ia mengundangmu maka hadirilah, bila ia meminta nasihat maka nasihatilah, bila ia bersin dan memuji Allah (mengucap: alhamdulillah) maka jawablah (dengan mengucapkan: yarhamukallah), bila ia sakit maka jenguklah, dan bila ia meninggal dunia maka antarkanlah (jenazahnya hingga makam).” (HR. Muslim, no. 2162)
Mengutip buku Menenguk Orang Sakit dan Tata Cara Mengurus Jenazah karya Husnan M. Thaib, ada sepuluh keutamaan yang didapatkan seorang Muslim jika menjenguk orang sakit, yaitu sebagai berikut:
Mendapatkan balasan surga
Memperoleh pahala di sisi Allah SWT
Memperoleh doa dari malaikat
Melatih diri menjadi orang yang bersyukur
Mengingatkan pada akhirat
Mendapat jaminan kebaikan dari Allah SWT
Mendapatkan banyak rahmat
Dilancarkan urusan dunianya
Mendapatkan amalan penduduk surga
Selalu berada dalam lindungan Allah SWT
(MSD)
