Arti Syair Lagu Cublak-Cublak Suweng dan Tata Cara Permainannya

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Hampir setiap daerah di Indonesia memiliki lagu tradisional. Begitu pula dengan daerah Jawa Tengah yang memiliki lagu tradisional berjudul "Cublak-Cublak Suweng".
Lagu "Cublak-Cublak Suweng" biasa dilantunkan untuk mengiringi permainan anak-anak di pedesaan, khususnya di Jawa Tengah, Yogyakarta, hingga Jawa Timur.
Dikutip dari buku Seni Karawitan oleh Saras Tuti (2014: 62), "Cublak-Cublak Suweng" diciptakan oleh salah satu anggota Wali Songo yaitu Syekh Maulana Ainul Yakin atau yang dikenal sebagai Sunan Giri pada tahun 1442 M di Jawa Timur.
Saat itu, Sunan Giri aktif menyebarkan agama Islam di Indonesia, terutama di pulau Jawa lewat jalur kebudayaan. Dari sinilah Sunan Giri menciptakan lagu "Cublak-Cublak Suweng" yang akhirnya dijadikan sebagai tembang dolanan pengiring permainan tradisional anak-anak.
Makna Lagu Cublak-Cublak Suweng
Secara umum lagu ini memiliki makna bahwa untuk mencapai kebahagiaan sejati, orang-orang tidak perlu mengikuti hawa nafsu dan jangan pernah serakah.
Sebab, dengan hati nurani yang bersih, seseorang akan lebih mudah menemukan kebahagiaan sesungguhnya tanpa harus tersesat dan melupakan akhirat.
Cara agar seseorang tidak mudah untuk mengikuti hawa nafsunya dengan melepaskan diri dari hal-hal yang berbau duniawi, mengosongkan diri, bersikap rendah hati, tidak merendahkan sesama, sekaligus senantiasa mengasah kepekaan hati nuraninya.
Arti Syair Cublak-Cublak Suweng
Berikut ini arti syair Cublak-Cublak Suweng yang dirangkum dari buku Kumpulan Terlengkap Lagu Daerah karya Puspa Swara dan Tim Media Pusindo (2016:52).
Cublak-cublak suweng
Artinya tempat anting. Maksudnya adalah harta paling abadi diwujudkan dalam bentuk kebahagiaan sejati.
Suwenge teng gelenter
Artinya berserakan. Maksudnya adalah secara tidak sadar harta yang berharga itu tersedia secara melimpah di bumi dan sekitar manusia.
Mambu ketundhung gudel
Gudel artinya anak kerbau yang melambangkan orang bodoh. Maknanya adalah orang yang bodoh akan mencari harta dengan keserakahan.
Pak empo lera-lere
Artinya bapak ompong menengok ke kanan dan kiri. Maknanya menggambarkan orang yang merasa kebingungan karena harta duniawi yang dimilikinya selama ini bukanlah kebahagiaan sejati.
Sapa ngguyu ndhelikake
Artinya siapa yang tertawa dialah yang menyembunyikan. Maknanya orang yang bijaksana dan berhasil menemukan kebahagiaan sejati akan selalu tersenyum dalam menjalani hidup.
Sir-sir pong dele kopong
Artinya kedelai kosong atau hari nurani yang kosong. Maknanya adalah sebagai pengingat untuk mencapai kebahagiaan sejati harus menghindari keserakahan duniawi.
Baca juga : 40 Contoh Syair Nasihat, Pendidikan, hingga Persahabatan
Tata Cara Permainan Tradisional Cublak-Cublak Suweng
Inilah cara permainan Cublak-Cublak Suweng yang dikutip melalui situs budaya.jogjaprov.go.id. Permainan ini bisa dilakukan oleh minimal dua orang.
Seorang anak berada pada posisi bersimpuh dan tengkurap di lantai.
Kemudian pemain lainnya akan memutar benda berukuran kecil, bisa menggunakan batu, kelereng, atau benda lain yang bisa digenggam.
Sambil bernyanyi, pemain yang tidak tengkurap akan meletakkan satu telapak tangannya di atas punggung pemain yang berada dalam posisi tengkurap dan memutar benda yang digunakan untuk dioper ke pemain lain.
Saat lagu selesai dinyanyikan, benda tadi harus disembunyikan di dalam telapak tangan salah satu pemain, tepat di mana benda tersebut berhenti dioper.
Tugas dari orang yang tengkurap adalah menebak tangan siapa yang menyembunyikan benda tersebut.
Jika pemain yang tengkurap bisa menebak dengan benar, maka pemain yang menyembunyikan akan menjadi pemain yang tengkurap.
Namun apabila salah menebak, ia akan terus tengkurap dan menebak kembali siapa yang menyembunyikan benda tersebut pada permainan berikutnya.
(VIO)
