Arti Takabur dan Bahayanya yang Tercantum dalam Ayat Alquran dan Hadits

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Takabur atau sombong merupakan perilaku tercela dan dibenci oleh Allah SWT karena termasuk sifat yang diwariskan oleh setan. Seseorang yang mempunyai sifat takabur disebut dengan mutakabbir. Lawan dari takabur adalah tawaduk yang memiliki arti rendah hati.
Merujuk pada buku Akidah Akhlak Madrasah Aliyah Kelas X karangan H. Aminudin, Harjan Syuhada, takabur artinya seseorang yang menganggap dirinya lebih baik dari orang lain, dengan cara meremehkan orang lain.
Orang yang takabur sering menolak kebenaran, apalagi kebenaran yang disampaikan oleh orang yang kedudukannya lebih rendah. Itu sebabnya Allah SWT sangat membenci sifat takabur, sebagaimana tercantum dalam surat Luqman ayat 18 berikut.
وَلَا تُصَعِّرْ خَدَّكَ لِلنَّاسِ وَلَا تَمْشِ فِى ٱلْأَرْضِ مَرَحًا ۖ إِنَّ ٱللَّهَ لَا يُحِبُّ كُلَّ مُخْتَالٍ فَخُورٍ
Artinya: “Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong) dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri.”
Bahaya Memiliki Sifat Takabur
Karena termasuk perilaku tercela, sifat takabur banyak memberi dampak negatif bagi orang yang memilikinya. Berikut bahaya sifat takabur dalam ayat Alquran dan hadits yang disadur dari buku Be Excellent Menjadi Pribadi Terpuji karangan H. Ahmad Yani.
Merasa dirinya adalah orang yang paling baik dan benar
Orang seperti ini tidak melihat bahwa banyak orang yang lebih hebat, sehingga selalu mau menang sendiri. Akibatnya, hati orang tersebut terkunci dan tidak mau menerima kebenaran dari Allah SWT. Seperti tercantum dalam surat Al-Mu’min ayat 35 berikut.
ٱلَّذِينَ يُجَٰدِلُونَ فِىٓ ءَايَٰتِ ٱللَّهِ بِغَيْرِ سُلْطَٰنٍ أَتَىٰهُمْ ۖ كَبُرَ مَقْتًا عِندَ ٱللَّهِ وَعِندَ ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ ۚ كَذَٰلِكَ يَطْبَعُ ٱللَّهُ عَلَىٰ كُلِّ قَلْبِ مُتَكَبِّرٍ جَبَّارٍ
Artinya: “(Yaitu) orang-orang yang memperdebatkan ayat-ayat Allah tanpa alasan yang sampai kepada mereka. Amat besar kemurkaan (bagi mereka) di sisi Allah dan di sisi orang-orang yang beriman. Demikianlah Allah mengunci mati hati orang yang sombong dan sewenang-wenang.”
Menolak kebenaran
Seseorang akan menolak kebenaran yang ada karena sikap sombong yang dimilikinya. Karena dia hanya meyakini apa yang dianggapnya benar. Allah SWT berfirman.
وَجَحَدُوا۟ بِهَا وَٱسْتَيْقَنَتْهَآ أَنفُسُهُمْ ظُلْمًا وَعُلُوًّا ۚ فَٱنظُرْ كَيْفَ كَانَ عَٰقِبَةُ ٱلْمُفْسِدِينَ
Artinya: “Dan mereka mengingkarinya karena kezaliman dan kesombongan (mereka) padahal hati mereka meyakini (kebenaran)nya. Maka perhatikanlah betapa kesudahan orang-orang yang berbuat kebinasaan.” (Surat An-Naml ayat 14)
Dibenci Allah SWT
Umat Islam tentu tidak ingin dibenci oleh Allah SWT, maka dari itu sebaiknya menghindari sifat takabur.
لَا جَرَمَ أَنَّ ٱللَّهَ يَعْلَمُ مَا يُسِرُّونَ وَمَا يُعْلِنُونَ ۚ إِنَّهُۥ لَا يُحِبُّ ٱلْمُسْتَكْبِرِينَ
Artinya: “Tidak diragukan lagi bahwa sesungguhnya Allah mengetahui apa yang mereka rahasiakan dan apa yang mereka lahirkan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong.” (Surat An-Nahl ayat 23)
Tidak masuk surga
Selain dibenci oleh Allah SWT, orang yang takabur tidak masuk ke surga.
“Tidak masuk surga orang yang di dalam hatinya terdapat seberat biji sawi dari sifat kesombongan.” (HR. Muslim)
(DND)
