Arti Tasamuh dalam Islam dan Dalilnya

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Tasamuh artinya sama dengan toleransi. Dalam KBBI, tasamuh juga diartikan kelapangan dada dan keluasan pikiran.
Tasamuh sendiri merupakan ajaran di dalam Islam. Setiap muslim diajarkan untuk bersikap toleran terhadap seluruh manusia, baik muslim maupun non muslim.
Tasamuh kepada muslim berarti menghormati perbedaan pendapat atau madzhab sesama umat Islam. Sementara tasamuh kepada non muslim artinya menghormati keyakinan dan ibadah mereka tanpa terlibat. Lebih lengkap, simak penjelasan mengenai tasamuh di bawah ini.
Pengertian Tasamuh
Mengutip buku Al-Quran dan Hadis untuk Kelas VII Madrasah Tsanawiyah oleh Muhaemin, tasamuh artinya sikap menerima perbedaan pendapat, pandangan, kepercayaan, atau kebiasaan. Sikap tasamuh akan menciptakan suasana saling menghargai dan membantu.
Fungsi sikap tasamuh adalah untuk mendapatkan kasih sayang Allah SWT. Tasamuh juga dapat menumbuhkan cinta di antara sesama manusia.
Cinta kepada sesama merupakan bagian dari iman. Hal ini disampaikan Rasulullah SAW. dalam hadits berikut.
عَنْ أَنَسٍ عَنِ النَّبِىِّ – صلى الله عليه وسلم – قَالَ: لا يُؤْمِنُ أَحَدُكُمْ حَتَّى يُحِبَّ لأَخِيهِ مَا يُحِبُّ لِنَفْسِهِ
"Dari Anas dari Nabi Saw bersabda: Tidaklah beriman seseorang diantara kalian sehingga dia mencintai saudaranya sebagaimana dia mencintai dirinya sendiri." (HR. Bukhari)
Baca Juga: 10 Contoh Tasamuh dalam Islam beserta Pengertian dan Manfaatnya
Dalil-Dalil Tasamuh dalam Islam
Tasamuh dalam Islam didasarkan pada prinsip-prinsip Al-Quran dan hadist Nabi Muhammad SAW. Berikut adalah beberapa dalil yang menjelaskan tentang konsep tasamuh.
"يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّا خَلَقْنَاكُم مِّن ذَكَرٍ وَأُنثَى وَجَعَلْنَاكُمْ شُعُوبًا وَقَبَائِلَ لِتَعَارَفُوا ۚ إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِندَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ"
Artinya: "Wahai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling taqwa di antara kamu." (QS. Al-Hujurat: 13)
Ayat di atas menekankan pentingnya saling mengenal dan menghormati satu sama lain. Manusia juga dilarang untuk merasa paling mulia hanya karena keturunan, jenis kelamin, dan lainnya.
Dalil lain mengenai tasamuh adalah surat Al Kafirun. Surat tersebut turun sebagai tanggapan terhadap usulan dari orang-orang kafir Quraisy kepada Rasulullah SAW untuk melakukan kompromi dalam agama.
Surat Al-Kafirun sekaligus menjelaskan batasan-batasan tasamuh dalam Islam. Berikut bunyi surat Al-Kafirun ayat 1-6.
قُلْ يَا أَيُّهَا الْكَافِرُونَ
Qul yā ayyuhal-kāfirụn
Artinya: Katakanlah (Muhammad), "Wahai orang-orang kafir!
لَا أَعْبُدُ مَا تَعْبُدُونَ
Lā a'budu mā ta'budụn
Artinya: Aku tidak akan menyembah apa yang kamu sembah.
وَلَا أَنْتُمْ عَابِدُونَ مَا أَعْبُدُ
Wa lā antum 'ābidụna mā a'bud
Artinya: Dan kamu bukan penyembah apa yang aku sembah.
وَلَا أَنَا عَابِدٌ مَا عَبَدْتُمْ
Wa lā ana 'ābidum mā 'abattum
Artinya: Dan aku tidak pernah menjadi penyembah apa yang kamu sembah.
وَلَا أَنْتُمْ عَابِدُونَ مَا أَعْبُدُ
Wa lā antum 'ābidụna mā a'bud
Artinya: Dan kamu tidak pernah (pula) menjadi penyembah apa yang aku sembah.
لَكُمْ دِيْنُكُمْ وَلِيَ دِيْنِ
Lakum dīnukum wa liya dīn
Artinya: Untukmu agamamu, dan untukku agamaku."
(DEL)
