Arti Tholabul Wajhi yang Perlu Diketahui Umat Muslim

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Tholabul wajhi merupakan frasa dalam Bahasa Arab yang banyak digunakan dalam media sosial. Arti tholabul wajhi berkaitan dengan sikap seseorang dalam bekerja atau mencari ilmu.
Frasa tholabul wajhi banyak dipakai dalam unggahan TikTok dan X untuk menggambarkan sikap seorang pekerja atau pelajar. Dalam unggahan tersebut tholabul wajhi dikaitkan dengan tholabul ilmi.
Dalam Bahasa Indonesia, tholabul ilmi adalah mencari ilmu atau belajar. Lantas, sebenarnya apa arti tholabul wajhi? Simak informasi selengkapnya dalam ulasan berikut.
Arti Tholabul Wajhi
Tholabul wajhi dalam Bahasa Arab berasal dari kata tholabu dan al-wajhi. Tholabu sendiri berasal dari kata (talaba-yatlubu) mempunyai arti menuntut, mencari, meminta sesuatu.
Adapun al-wajhi menurut Kamus Arab-Indonesia Al Maaniy bermakna wajah. Dengan demikian, arti tholabul wajhi adalah mencari wajah.
Frasa tersebut sering digunakan untuk menggambarkan sikap seseorang dalam kehidupan sehari-hari, seperti belajar, bekerja, dan beribadah.
Tholabul wajhi atau mencari wajah dapat dimaknai sebagai seseorang yang melakukan pencitraan untuk mendapat pujian sehingga niatnya bukan untuk mengharap ridha Allah. Orang yang mencari muka disebut juga dengan penjilat.
Dalam Islam, mencari muka bukanlah tindakan terpuji karena termasuk dalam sikap munafik yang dibenci Allah SWT. Rasulullah SAW bahkan menyebut orang munafik, termasuk penjilat, sebagai sejelek-jeleknya manusia. Hal ini dilandaskan pada hadis riwayat Muslim.
Rasulullah SAW bersabda yang artinya, “Sejelek-jeleknya manusia adalah orang yang bermuka dua, dia datang ke sini dengan satu sikap dan datang ke yang lain dengan sikap yang lain”.
Allah SWT juga melarang hamba-Nya menjadi orang munafik. Sebab, orang munafik akan ditempatkan dalam neraka jahanam sebagaimana firman Allah dalam Surat An-Nisa ayat 45.
اِنَّ الْمُنٰفِقِيْنَ فِى الدَّرْكِ الْاَسْفَلِ مِنَ النَّارِۚ وَلَنْ تَجِدَ لَهُمْ نَصِيْرًاۙ
Artinya: "Sungguh, orang-orang munafik itu (ditempatkan) pada tingkatan yang paling bawah dari neraka. Dan kamu tidak akan mendapat seorang penolong bagi mereka."
Baca juga: Ciri-ciri Teman Munafik yang Harus Dihindari
Ciri-Ciri Orang Munafik
Ciri utama orang munafik adalah perkataannya tidak sesuai dengan perbuatan atau apa yang ada di hatinya. Dikutip dari 50 Tanda Orang Munafik oleh Abu Abdullah Abdurrahman, tanda orang munafik dijelaskan dalam hadits Bukhari.
Rasulullah SAW bersabda, “Tanda-tanda orang munafik ada tiga, yaitu ketika berbicara dia dusta, ketika berjanji dia mengingkari, dan ketika ia diberi amanat ia berkhianat.
Selain ketiga tanda di atas, berikut ciri-ciri orang munafik lainnya:
Menyebarkan berita bohong (hoax) dan fitnah
Berkhianat
Riya
Bermalas malasan dalam beribadah
Menolak berjihad
Takabur
Meragukan hari kebangkitan
Tidak percaya hari akhir dan curiga kepada hukum Allah
Menuruti hawa nafsu
Suka dipuji tanpa usaha
Mengharapkan keburukan untuk orang lain
Meninggalkan sholat Jumat tiga kali
(GLW)
