Konten dari Pengguna

Arti Tibo Padu dalam Weton Jawa dan Cara Menghitungnya

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Pasangan dengan Weton Tibo Padu. Foto: Kmpzzz/Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Pasangan dengan Weton Tibo Padu. Foto: Kmpzzz/Shutterstock

Dalam penghitungan weton jodoh, sepasang kekasih disebut bernasib Tibo Padu apabila hasil penghitungan wetonnya adalah 6, 14, 22, dan 30. Tibo Padu artinya cukup buruk sehingga sering dihindari calon pengantin.

Sampai saat ini, penghitungan weton memang masih menjadi pedoman masyarakat Jawa dalam menilai kualitas hubungan dan masa depan pernikahan seseorang. Tak jarang calon pengantin membatalkan rencana pernikahannya karena hasil penghitungan weton mereka menunjukkan hasil yang buruk.

Weton Tibo Padu sendiri diramalkan tidak akan berujung pada perceraian, tapi tetap membuat banyak pasangan khawatir. Lantas, apa makna Tibo Padu dan bagaimana penghitungannya? Simak selengkapnya dalam uraian berikut.

Tibo Padu Artinya Apa?

Ilustrasi Pasangan dengan Weton Tibo Padu. Foto: polkadot_photo/Shutterstock

Berdasarkan penjelasan St. Nor Hidayati dalam jurnal Tradisi Perhitungan Weton dan Pengaruhnya Terhadap Keharmonisan Rumah Tangga di Desa Sidomulyo dalam Perspektif ‘Urf, weton Tibo Padu berarti pasangan akan sering mengalami pertengkaran, tapi tidak akan berakhir dengan perceraian.

Pertengkarannya berkutat di masalah-masalah sepele yang bisa selesai dengan komunikasi. Jadi, pasangan yang bernasib Padu diharapkan belajar bersikap terbuka pada pasangan dan sesekali mengalah.

Pasalnya, pertengkaran kecil yang terus-menerus terjadi dapat membuat hubungan pernikahan terasa kurang harmonis. Tentunya, hal ini tidak hanya berdampak pada suami dan istri saja, tapi juga anak-anak.

Baca Juga: Arti Bumi Kapetak dalam Penghitungan Weton Jodoh

Cara Menghitung Weton Jodoh

Ilustrasi Menghitung Weton Jodoh. Foto: Shutterstock

Dalam kalender Jawa, terdapat dua jenis hari, yakni hari biasa seperti Senin sampai Minggu, dan hari pasaran yang meliputi Kliwon, Legi, Pahing, Pon, serta Wage. Masing-masing hari disimbolkan dengan angka tertentu, berikut rinciannya:

  • Senin: 4

  • Selasa: 3

  • Rabu: 7

  • Kamis: 8

  • Jumat: 6

  • Sabtu: 9

  • Minggu: 5

  • Pahing: 9

  • Pon: 7

  • Wage: 4

  • Kliwon: 8

  • Legi: 5

Untuk mengetahui weton jodoh di antara calon pengantin, masing-masing calon harus menghitung weton hari kelahirannya terlebih dahulu. Setelah itu, jumlahkan hasilnya dan sesuaikan dengan makna wetonnya. Contohnya:

  • Calon pengantin perempuan lahir pada Senin Pon, artinya 4 + 7 = 11.

  • Calon pengantin pria lahir pada Rabu Kliwon, artinya 7 + 8 = 15

  • Jumlahkan weton calon pengantin perempuan dan pria, 11 + 15 = 26

Setelah mendapatkan hasilnya, sesuaikan dengan makna weton berikut ini:

  • Pegat (1, 9, 17, 25, 33): Pasangan akan menghadapi banyak masalah dan berujung pada perceraian.

  • Ratu (2, 10, 18, 26, 34): Pasangan ini dianggap berjodoh, bahkan dihormati atau dihargai oleh orang-orang terdekat dan masyarakat.

  • Jodoh (3, 11, 19, 27, 35): Pasangan yang sangat cocok satu sama lain dan akan menjadi keluarga yang harmonis hingga tua.

  • Topo (4, 12, 20, 28, 36): Pasangan mengalami kesulitan di awal pernikahan karena masih dalam proses adaptasi, tapi akan berakhir bahagia.

  • Tinari (5, 13, 21, 29): Pasangan akan hidup bahagia dengan kondisi finansial yang cukup dan rumah tangga harmonis.

  • Padu (6, 14, 22, 30): Pasangan sering mengalami pertengkaran tapi tidak sampai cerai.

  • Sujanan (7, 15, 23, 31): Pasangan ini mungkin saja berujung pada perceraian karena terus-menerus bertengkar.

  • Pesthi (8, 16, 24, 32): Pasangan yang memiliki rumah tangga aman, damai, tentram, rukun, dan harmonis hingga masa tua.

(DEL)