Konten dari Pengguna

Arti Tone Deaf dan Istilah Lainnya yang Populer di Media Sosial

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Tone Deaf Artinya Apa? Ini Penjelasan dan Istilah Slang Lainnya. Foto: Pexels
zoom-in-whitePerbesar
Tone Deaf Artinya Apa? Ini Penjelasan dan Istilah Slang Lainnya. Foto: Pexels

Istilah tone deaf sangat populer di media sosial akhir-akhir ini. Secara harfiah, tone deaf dalam bahasa Indonesia berarti buta nada.

Namun, istilah ini lebih sering digunakan sebagai slang atau bahasa gaul. Maknanya merujuk pada seseorang yang sulit mengerti perasaan orang lain.

Biasanya, istilah tone deaf disematkan pada orang kaya atau penguasa yang kurang peka dengan masalah sosial. Untuk memahami arti tone deaf lebih baik, simak penjelasan selengkapnya di bawah ini.

Pengertian Tone Deaf

Pengertian Tone Deaf. Foto: Pexels

Mengutip situs Cambridge Dictionary, tone deaf berarti tidak mengerti apa yang dirasakan orang lain. Istilah ini juga merujuk pada sifat tidak memahami apa yang dibutuhkan di situasi penting.

Penjelasan serupa juga ditemukan dalam situs Merriam Webster. Menurutnya, tone deaf adalah sifat yang menunjukkan ketidakpekaan atau kurangnya perhatian khususnya terhadap sentimen publik, opini, atau selera.

Contoh kalimatnya yang menggunakan istilah slang tone deaf adalah sebagai berikut.

  • Many politicians are tone-deaf to the anxieties of the average voter. (Banyak politisi yang tidak peka terhadap kekhawatiran rata-rata pemilih.)

  • People in the streets here are angry about his tone-deaf response to the criticisms. (Orang-orang di jalanan ini marah atas tanggapannya yang tidak peka terhadap kritik.)

  • The White House long ago concluded that she is aloof and politically tone-deaf. (Gedung Putih sudah sejak lama menyimpulkan bahwa dia adalah orang yang suka menyendiri dan tidak peka masalah politik.)

  • At the time, I wondered how such an intelligent man could be so tone-deaf to the harsh realities facing the nation. (Saat ini, saya bertanya-tanya bagaimana orang yang begitu cerdas bisa begitu tidak peka terhadap kenyataan pahit yang dihadapi bangsa ini.)

Baca Juga: Arti RN dan Istilah Slang Internet Populer Lainnya

Bahasa Slang Lainnya

Bahasa Slang Lainnya. Foto: Pexels

Selain tone deaf, masih banyak slang bahasa Inggris lainnya yang kerap digunakan dalam percakapan. Berikut beberapa di antaranya.

1. Lit

Lit artinya adalah sangat menyenangkan atau seru. Contoh penggunaannya adalah: "The party last night was so lit!" (Pesta kemarin malam sangatlah menyenangkan.)

2. Chill

Chill memiliki beberapa makna, yakni santai, tenang dan keren. Contoh penggunaannya adalah: "I'm just going to chill at home tonight." (Aku nanti malam akan nyantai di rumah)

3. FOMO

FOMO adalah singkatan dari Fear Of Missing Out. Istilah ini untuk menggambarkan rasa takut ketinggalan terhadap sebuah tren.

Contoh penggunaannya adalah: "I have such a bad case of FOMO, I can't miss this concert." (Aku punya masalah FOMO yang buruk, aku tidak bisa ketinggalan konser ini)

4. Gucci

Gucci bermakna 'baik-baik saja' atau 'oke' dalam bahasa slang. Contoh penggunaannya adalah: "Are you Gucci with the plan for tomorrow?" (Apakah kamu oke dengan rencana besok)

5. Savage

Savage mempunyai makna kejam atau tegas. Contoh penggunaannya adalah: "Did you hear how savage she was in that argument?" (Apakah kamu mendengar bahwa argumennya sangat tegas?)

(DEL)