Arti Ungkapan Bintang Lapangan dalam Bahasa Indonesia dan Ungkapan Lainnya

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ungkapan dan kiasan bahasa Indonesia sering kali digunakan dalam berbagai situasi. Contohnya dalam bidang olahraga, ungkapan “Bintang Lapangan” sering digunakan untuk merujuk pada satu atau banyak orang.
Secara harfiah, bintang lapangan artinya pemain terbaik. Pemain tersebut bisa berasal dari suatu tim ataupun pertandingan olahraga. Contoh: “Hadi bintang lapangan di tim garuda.”
Adapun jenis olahraga yang menggunakan istilah Bintang Lapangan sangat beragam. Mulai dari sepak bola, bola basket, voli, lari, tenis, futsal, dan masih banyak lagi.
Setelah memahami arti ungkapan Bintang Lapangan, Anda bisa simak daftar ungkapan lainnya yang digunakan dalam bahasa Indonesia. Seperti apa?
Kumpulan Ungkapan Bahasa Indonesia
Ungkapan dalam bahasa Indonesia umumnya berasal dari kata dasar tertentu. Contohnya ungkapan “Bintang Lapangan” yang berasal dari kata bintang. Bintang tersebut memiliki sifat bersinar, oleh sebab itu Bintang Lapangan diartikan sebagai pemain terbaik di lapangan.
Selain kata Bintang Lapangan, ada juga jenis ungkapan bahasa Indonesia lainnya yang berasal dari kata dasar. Mengutip buku Kamus Ungkapan Bahasa Indonesia susunan J.S Badudu, berikut daftarnya:
1. Air
Cinta Tanah Air (negeri) tidak cukup hanya diucapkan, tetapi harus dibuktikan dengan darma bakti yang nyata.
Karena kemarau yang panjang, batang air (sungai) itu menjadi kering.
Dia pergi ke belakang sebentar akan buang air besar (buang hajat atau berak)
Jangan lekas percaya kepadanya, dia pandai berminyak air (berkata manis untuk membujuk).
Karena malu, air mukanya (rupa muka) tiba-tiba berubah.
2. Akal
Konon kata orang setelah kematian anaknya, ibu itu bertukar akal (menjadi gila).
Dalam menghadapi kesulitan sebesar apapun, tak pernah dia kehilangan akal (putus asa).
Dia berusaha dengan sebudiakalnya (sekuat tenaga) untuk mengatasi kesulitan yang dihadapi keluarganya.
Orangtua itu lautan budi tepian akal (bijaksana).
Orang yang panjang akal (suka berpikir) takkan lekas menyerah bila menghadapi kesulitan.
3. Adu
Telah tiga tahun dia meninggalkan kampung halamannya untuk mengadu nasib (mencoba peruntungan) di perantauan.
Kaum penjajah memakai politik adu domba (memecah belah) terhadap rakyat jajahannya.
Sudah lebih dari sejam mereka mengadu lidah (bertengkar mulut) belum juga berhenti.
Hati-hatilah terhadap orang itu, ia hanya akan mengadu (membuat supaya berselisih) kita saja.
Peraduan (tempat tidur) Tuan Putri beralaskan sutera dewangga yang mahal harganya.
4. Ajar
Pencuri yang tertangkap itu diajar (dipukuli) oleh penduduk kampung.
Janganlah berlaku kurang ajar (tidak sopan) kepada orangtua.
Anak-anak guru itu semuanya masak ajar (sopan), tak pernah menyusahkan orang tuanya.
Termakan benar dalam hatiku pengajaran (nasihat) orang tua itu.
Beliau orang terpelajar (berpendidikan) yang disegani kawan maupun lawan.
(MSD)
Frequently Asked Question Section
Bagaimana pemakaian ungkapan bahasa Indonesia?

Bagaimana pemakaian ungkapan bahasa Indonesia?
Ungkapan bahasa Indonesia biasa digunakan pidato, tulisan, diungkapkan secara lisan, dan lain-lain.
Apa yang dimaksud dengan makna kiasan?

Apa yang dimaksud dengan makna kiasan?
Makna kiasan adalah cara seorang pengarang menyampaikan gagasannya dengan menggunakan media bahasa yang indah dan harmonis.
Apa tujuan penggunaan kiasan?

Apa tujuan penggunaan kiasan?
Tujuannya yaitu untuk menciptakan efek lebih kaya, lebih efektif, dan lebih sugestif dalam bahasa puisi.
