Arti Warna Merah dalam Imlek dan Ragam Ornamennya

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Warna merah memiliki makna penting dalam perayaan Imlek. Arti warna merah dalam Imlek sangat berkaitan dengan kepercayaan masyarakat Tionghoa.
Imlek adalah tahun baru yang jatuh pada tanggal satu bulan pertama dalam sistem penanggalan China. Dalam budaya Tionghoa, Imlek juga berkaitan erat dengan pesta menyambut musim semi.
Untuk memeriahkan Imlek, masyarakat Tionghoa menggunakan beragam ornamen untuk dipajang. Ornamen-ornamen ini biasanya didominasi dengan warna merah. Lantas, apa makna warna merah dalam Imlek?
Arti Warna Merah dalam Imlek
Selama perayaan Imlek, banyak dekorasi dan pakaian yang didominasi warna merah. Penggunaan warna merah ini menjadi wujud harapan masyarakat Tionghoa agar dapat memperoleh kebahagian dan kemakmuran di tahun baru.
Dikutip dari buku Peradaban Tionghoa Selayang Pandang oleh Joe Lan Nio, warna merah memiliki makna penting dalam perayaan Imlek atau Tahun Baru China. Merah dianggap sebagai simbol keberuntungan, kebahagiaan, dan kemakmuran dalam budaya Tionghoa, serta membawa energi positif dan mengusir kesialan.
Warna merah dipercaya sebagai warna pembawa nasib baik. Selain itu, warna ini diyakini dapat menaklukkan monster Nian yang meneror penduduk desa pada Tahun Baru Imlek. Warna merah juga dikaitkan dengan elemen api dalam ajaran Tionghoa yang melambangkan energi, semangat, dan kehidupan.
Dalam perayaan Imlek, masyarakat Tionghoa seringkali menggabungkan warna merah dengan warna kuning. Makna di balik warna kuning juga tak kalah penting dengan warna merah.
Dalam konteks budaya Tionghoa, kuning dianggap sebagai lambang kekaisaran dan kemuliaan. Kuning juga sering dikaitkan dengan kehormatan, kebesaran, dan status yang luhur dalam budaya Tionghoa.
Kuning juga dipercayai membawa keberuntungan dan kesejahteraan. Dalam beberapa tradisi Tionghoa, kuning dianggap sebagai lambang rezeki dan kekayaan.
Jika digabungkan, penggunaan warna merah dan kuning dalam perayaan Imlek adalah bentuk harapan masyarakat Tionghoa akan keberuntungan dan kemakmuran di masa mendatang.
Baca Juga: 5 Tips Pakai Baju Imlek yang Modis Sesuai Pedoman Tradisi
Ornamen Perayaan Imlek
Merangkum dari buku Muslim Cina Benteng Potret Inklusifitas Etno-religious Tionghoa di Tangerang karya Muhammad Habiburrohman, berikut adalah beberapa ornamen yang sering digunakan dalam perayaan Imlek:
Lampion merah: melambangkan harapan akan kebahagiaan dan pengharapan baru.
Pohon Kumquat: melambangkan keberuntungan dan kemakmuran.
Bunga Bermekaran: melambangkan kebahagiaan dan kesuksesan.
Kertas Merah: melambangkan keberuntungan dan kebahagiaan.
Barongsai dan Singa: melambangkan keberanian dan kekuatan.
Lilin: melambangkan kebahagiaan dan keceriaan.
Angpao: melambangkan keberuntungan dan kemakmuran.
(SAI)
