Konten dari Pengguna

Arti Ya Latif, Cara Meneladani, dan Keutamaan dari Mengamalkannya

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

·waktu baca 1 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kaligrafi Allah SWT. Foto: Freepik
zoom-in-whitePerbesar
Kaligrafi Allah SWT. Foto: Freepik

Ya Latif merupakan salah satu dari nama dan sifat baik Allah SWT atau yang lebih dikenal Asmaul Husna. Arti Ya Latif secara bahasa berasal dari kata lathafa yang berarti lembut atau halus. Jadi, Allah Ya Latif artinya Allah Maha Lembut.

Allah SWT memberikan anugerah dan karunia kepada hamba-hamba-Nya dengan cara yang paling halus tanpa mereka ketahui. Sebagaimana ditegaskan dalam ayat Alquran, "Allah Mahalembut terhadap hamba-hamba-Nya; Dia memberi rezeki kepada siapa yang Dia kehendaki, dan Dia Mahakuat, Mahaperkasa." (QS. Asy-Syura: 19)

Dalam ayat lain juga ditegaskan, "Tidakkah engkau memerhatikan bahwa Allah menurunkan air (hujan) dari langit sehingga bumi menjadi hijau? Sungguh, Allah Mahalembut, Maha Mengetahui." (QS. Al- Hajj: 63)

Arti Ya Latif

Illustrasi Arti Ya Latif. Foto: Freepik

Menurut M. Faiz dalam buku 99 Asmaul Husna Utk Anak-Anak, makna dari Ya Latif adalah Allah SWT menghendaki kebaikan dan kemaslahatan kepada manusia dengan cara yang amat tersembunyi atau dengan kata lain tidak terduga. Terkait dengan hal ini, Allah SWT berfirman yang bunyinya sebagai berikut:

لَّا تُدْرِكُهُ ٱلْأَبْصَٰرُ وَهُوَ يُدْرِكُ ٱلْأَبْصَٰرَ ۖ وَهُوَ ٱللَّطِيفُ ٱلْخَبِيرُ

Artinya: “Dia tidak dapat dicapai oleh penglihatan mata, sedang Dia dapat melihat segala yang kelihatan dan Dialah yang Maha Halus lagi Maha Mengetahui.” (QS. Al An’am: 103)

Cara Meneladani Ya Latif

Syafi’ie el-Batanie menerangkan dalam buku Rahasia Keajaiban Asmaul Husna, cara meneladani nama dan sifat Ya Latif berarti umat Muslim harus bersikap lemah lembut kepada sesama, terutama kepada ayah, ibu, kakak, adik, serta anggota keluarga lainnya.

Umat Islam juga tidak diperbolehkan bersikap kasar kepada selain manusia. Sebab, lemah lembut adalah sikap yang membawa kebaikan, persahabatan, dan kasih sayang yang tulus. Sebaliknya, sikap kasar akan membuat orang menjauh, bahkan membenci kita.

Dalam buku Shahih Bukhari Muslim oleh Muhammad Fu'ad Abdul Baqi dituliskan bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Sesungguhnya Allah Mahalembut, dia menyukai kelembutan. Dia memberikan kepada orang yang lemah lembut apa yang tidak diberikan kepada yang kasar dan apa yang tidak diberikan kepada yang selainnya." (HR. Muslim)

Keutamaan Mengamalkan Dzikir Ya Latif

Tasbih. Foto: Freepik

Mengutip buku Asmaul Husna 1001 Solusi Hidup: Asmaul Husna (99 Nama Allah) oleh Titin Supartinah S.Pd, berikut adalah beberapa keutamaan dari mengamalkan dzikir Ya Latif.

  • Barang siapa yang membaca dzikir Ya Latif sebanyak 133 kali setiap hari, maka Allah SWT akan mengkaruniakan kepadanya rezeki yang berlimpah.

  • Siapa saja yang ditimpa kesulitan hendaknya berwudhu dengan benar kemudian mengerjakan sholat sunah dua rakaat. Setelah itu dilanjutkan dengan membaca dzikir Ya Latif sebanyak 100 kali, maka Allah SWT akan memberikan jalan keluar dari kesulitannya itu.

  • Membaca Ya Latif sebanyak 129 kali akan menolong orang yang mengalami depresi dan stres.

  • Jika seseorang biasa membaca dzikir Allaah Lathiifun bi 'ibaadih yarzuq man yasyaa' wa huwa al-Qawiiyy al-'Aziiz sebanyak 9 kali setiap hari, Insya Allah dia akan mendapatkan hari yang lebih mudah dan bahagia.

  • Membaca Ya Latif sebanyak mungkin setiap hari, Insya Allah bagi seorang pedagang akan mempunyai langganan tetap dan laris dagangannya.

  • Apabila seseorang menutup doa dengan dzikir Allahu Lariifun bi'ibaadihi yarzuqu man yasyaa-u wahuwalqawiyyul'azzaazu dan dibaca sebanyak 130 kali, Insya Allah usahanya akan maju dan berkembang.

(NDA)