Konten dari Pengguna

Arti Yaumul Hisab, Hari Perhitungan Seluruh Amalan Manusia

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi. Foto: Freepik
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi. Foto: Freepik

Kelak setelah terjadinya kiamat, manusia akan dipertemukan dengan yaumul hisab. Setiap manusia akan dimintai pertanggungjawabannya oleh Allah SWT atas segala amalan yang pernah dilakukan semasa hidupnya.

Proses setelah terjadinya hari kiamat akan melalui beberapa tahap. Hingga sampailah pada hari di mana manusia berkumpul di Padang Mahsyar untuk dihitung amalnya atau dikenal dengan yaumul hisab.

Di sinilah nasib manusia akan ditentukan. Jika lebih berat amal baiknya, balasan yang akan diterima berupa surga. Sebaliknya, jika amalan buruk lebih berat, neraka dengan segala azab yang sangat pedih adalah balasannya.

Lantas apa itu Yaumul Hisab? Berikut penjelasan lengkapnya.

Arti Yaumul Hisab

Secara bahasa, kata “hisab” (الحساب) berarti menghitung. Sementara arti lengkap yaumul hisab adalah hari perhitungan di mana Allah memperlihatkan kepada hamba-Nya tentang amalan-amalan mereka. Allah SWT berfirman:

إِنَّ إِلَيْنَا إِيَابَهُمْ (25) ثُمَّ إِنَّ عَلَيْنَا حِسَابَهُمْ (26)

“Sungguh, kepada Kami-lah mereka kembali. Kemudian sesungguhnya (kewajiban) Kami-lah membuat perhitungan atas mereka.” (QS. Al-Ghasyiyah: 25 – 26)

Ketika itu amalan baik serta amalan buruk yang telah dilakukan seseorang di dunia akan diperlihatkan dan diperhitungkan. Tujuannya untuk menentukan apakah seseorang berhak mendapatkan keridhoan Allah atau justru kemurkaan dari-Nya.

Umat Nabi Muhammad SAW memang umat terakhir yang muncul di dunia. Namun, manusia adalah umat pertama yang akan dihisab oleh Allah. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

نَحْنُ الآخِرُونَ السَّابِقُونَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ

“Kita adalah orang-orang yang belakangan, namun terdahulu pada hari kiamat.

ILustrasi. Foto: Freepik

Amalan Pertama yang Dihisab

1. Sholat

Amalan yang pertama kali dihisab adalah sholat karena berkaitan dengan hak Allah SWT. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

إِنَّ أَوَّلَ مَا يُحَاسَبُ بِهِ الْعَبْدُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ مِنْ عَمَلِهِ صَلاَتُهُ فَإِنْ صَلُحَتْ فَقَدْ أَفْلَحَ وَأَنْجَحَ وَإِنْ فَسَدَتْ فَقَدْ خَابَ وَخَسِرَ

“Sesungguhnya amalan hamba yang pertama kali dihisab pada hari kiamat adalah sholatnya. Jika sholatnya baik maka dia pasti beruntung. Namun jika rusak sholatnya maka dia pasti merugi.”

2. Masalah Darah

Sedangkan amalan yang kedua berkaitan dengan hak sesama manusia, yaitu hubungan manusia satu dengan manusia lainnya selama di dunia. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wassalam bersabda:

أَوَّلُ مَا يُقْضَى بَيْنَ النَّاسِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ فِى الدِّمَاءِ

“Yang pertama kali diadili di antara manusia pada hari kiamat adalah tentang urusan darah.”

(VIO)