Konten dari Pengguna

Arti Zuhud dan Ciri-Ciri Orang yang Mengamalkannya

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi zuhud. Foto: Freepik
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi zuhud. Foto: Freepik

Zuhud adalah sikap yang banyak diamalkan oleh para sufi. Mereka menganggap bahwa dunia ini hanya persinggahan sementara, karena tujuan akhir dari semua makhluk adalah akhirat. Di sanalah tempat manusia menuai ganjaran dari amal saleh yang diperbuat selama hidup.

Tak dapat dipungkiri, hiruk pikuk dunia terkadang membuat manusia lupa terhadap Sang Pencipta. Berbagai masalah membuat hati gelisah, bahkan tak jarang setumpuk harta pun tidak mampu untuk mengobatinya.

Zuhud adalah salah satu cara yang dapat membantu umat Islam untuk meraih ketenangan di dunia. Apa arti zuhud sebenarnya?

Pengertian Zuhud

Ilustrasi berdoa. Foto: Pixabay

Mengutip jurnal Perwujudan Sikap Zuhud dalam Kehidupan tulisan Tri Wahyu Hidayati (2016), zuhud berasal dari kata zahida, zahada, atau zahuda-zuhdan yang artinya “meninggalkan dan tidak menyukai”. Maka secara sederhana zuhud dapat dipahami sebagai sikap menjauhkan diri dari kesenangan dunia untuk beribadah.

Dalam jurnal Zuhud dalam Ajaran Tasawuf tulisan Muhammad Hafiun (2017: 79), Imam Al Qusyairi mengartikan sikap zuhud adalah meninggalkan kenikmatan dunia dan tidak mempedulikan orang yang dapat menikmatinya. Mereka tidak merasa bangga dengan kenikmatan dunia dan tidak pula mengeluh jika kehilangannya.

Zuhud merupakan ketiadaan ikatan hati dengan harta, bukan ketiadaan harta. Maka anggapan bahwa zuhud artinya sama sekali tidak peduli pada dunia merupakan hal yang tidak tepat.

Ilustrasi sholat. Foto: Freepik

Para sufi menempatkan urusan dunia sebagai sarana untuk beribadah, bukan menjadikannya tujuan hakiki dari kehidupan. Mereka tidak terlena olehnya.

Ini diperkuat oleh pendapat Habib Abdullah bin Alwi al Hadad yang mengatakan zuhud adalah sengaja menjauhi materi dunia dan hanya mengambil sedikit dari yang dibutuhkan untuk sekadar hidup.

Allah berfirman dalam Alquran surat Al-Hadid ayat 23 yang artinya:

“(Kami jelaskan yang demikian itu) supaya kamu jangan berduka cita terhadap apa yang luput dari kamu, dan supaya kamu jangan terlalu gembira terhadap apa yang diberikan-Nya kepadamu. Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang sombong lagi membanggakan diri.”

Ciri-Ciri Zuhud

Ilustrasi berderma. Foto: Pixabay

Zuhud dapat dirasakan dalam batin seseorang. Dikutip dari Tri Wahyu Hidayati (2016), ciri-ciri orang yang zuhud antara lain:

  • Mengetahui bahwa kehidupan dan kesenangan dunia hanyalah sementara

  • Mengetahui bahwa kehidupan akhirat itu kekal dan lebih baik

  • Memandang bahwa dunia adalah tempat untuk menyiapkan kehidupan akhirat

  • Mengeluarkan dari hati kecintaan pada dunia

  • Memasukkan kecintaan pada Allah

  • Melepaskan diri dari ketergantungan pada makhluk

  • Mempunyai anggapan bahwa kebahagiaan bukan diukur dari materi, namun dari spiritualitas

  • Memandang bahwa harta dan jabatan adalah amanah untuk manfaat orang banyak

  • Menggunakan harta untuk berinfak di jalan Allah

  • Meninggalkan hal-hal yang berlebihan meskipun halal

  • Menunjukkan sikap hemat, hidup sederhana, dan menghindari bermewah-mewahan

  • Menjaga anggota tubuh agar terhindar dari segala yang dapat menjauhkan diri dari Allah (Misalnya menjaga dari bicara kotor, selalu menyebut nama Allah, menjaga pandangan, dan lain sebagainya).

Frequently Asked Question Section

Pengertian Zuhud

chevron-down

Zuhud adalah sikap menjauhkan diri dari kesenangan dunia untuk beribadah karena menjadikan akhirat sebagai orientasi hidupnya.

Manfaat Zuhud

chevron-down

Membuat hati tenang, khusyuk dalam beribadah, dan memiliki motivasi yang baik menjalani hidup.

Ciri-ciri Orang yang Zuhud

chevron-down

Ciri orang yang zuhud antara lain menganggap kesenangan dunia hanyalah sementara, hemat, hidup sederhana, dan menghindari bermewah-mewahan.

(ERA)