Konten dari Pengguna

Asal Usul Agama Majusi dan Sejarah Perkembangannya hingga Kini

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Asteshgah, situs resmi peninggalan agama Majusi. Foto: Wikipedia en
zoom-in-whitePerbesar
Asteshgah, situs resmi peninggalan agama Majusi. Foto: Wikipedia en

Sebelum kedatangan Islam, bangsa Arab dan Persia banyak menganut agama monotoisme seperti Nasrani dan Yahudi. Ajaran agama ini memiliki satu prinsip keagamaan, yakni meyakini bahwa Tuhan itu satu atau tunggal.

Selain itu, ada juga agama monotoisme lain yang bernama Majusi. Agama Majusi berusia sangat tua, sehingga jumlah pengikutnya pun cukup banyak. Bahkan hingga kini, Majusi masih eksis sebagai aliran kepercayaan yang dikenal dengan nama Zoroastrianisme.

Agama Majusi menganut kepercayaan mengagungkan api sebagai perwakilan dari sifat Ahura Mazda atau dewa kebaikan. Sedangkan lawannya, yaitu Ahriman, berperan sebagai dewa keburukan.

Dari mana asal usul agama Majusi? Serta bagaimana sejarah perkembangannya? Simak jawabannya melalui artikel berikut ini.

Asal Usul Agama Majusi dan Sejarah Perkembangannya

Agama Majusi biasa disebut dengan istilah agama besar. Orang-orang Majusi menganut ajaran dualisme sampai mereka menetapkan dua asal usul, yaitu saling berbagi antara kebaikan dan kejelekan.

Ilustrasi penganut agama majusi. Foto: pixabay

Mengutip Al-Milal wa An-Nihal karya Asy-Syahrastani, mereka menamakan salah satunya sebagai cahaya dan lainnya sebagai kegelapan atau dalam bahasa Persia dinamakan Yazdan dan Ahraman. Dalam Alquran, kata Majusi disebutkan dalam surat Al-Hajj ayat 17 yang berbunyi:

اِنَّ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَالَّذِيْنَ هَادُوْا وَالصَّابِـِٕيْنَ وَالنَّصٰرٰى وَالْمَجُوْسَ وَالَّذِيْنَ اَشْرَكُوْٓا ۖاِنَّ اللّٰهَ يَفْصِلُ بَيْنَهُمْ يَوْمَ الْقِيٰمَةِۗ اِنَّ اللّٰهَ عَلٰى كُلِّ شَيْءٍ شَهِيْدٌ

"Sesungguhnya orang-orang beriman, orang Yahudi, orang Sabiin, orang Nasrani, orang Majusi dan orang musyrik, Allah pasti memberi keputusan di antara mereka pada hari Kiamat. Sungguh, Allah menjadi saksi atas segala sesuatu."

Kemudian dalam hadis, agama Majusi juga pernah disinggung Rasulullah SAW:

“Sesungguhnya setiap anak dilahirkan dalam keadaan fitrah (suci). Dan kedua orangtuanya lah yang menjadikannya sebagai Nasrani, Yahudi, atau Majusi.” (HR. Bukhori)

Ilustrasi agama majusi. Foto: pixabay

Menurut sejarahnya, agama Majusi ini didirikan oleh Zoroaster yang berasal dari Persia, Iran. Mengutip buku Situs-Situs dalam Alquran dari Hebron Hingga Borobudur oleh Syahrudin El-fikri, Zoroaster adalah seorang yang sangat alim. Dialah pencetus ajaran Zoroastrianisme yang dianut oleh bangsa Persia.

Dalam kehidupan bangsa Persia, Zoroaster dianggap sebagai seorang tokoh penting dalam sejarah. Bahkan, ada pula yang menyebut dirinya seorang nabi.

Terjadi perbedaan pendapat di kalangan sejarawan mengenai kehidupannya. Ia diperkirakan hidup antara tahun 1700 SM, tetapi adapula yang menyebutkan abad ke-6 SM.

Beberapa pendapat menyebutkan, daerah tempat Zoroaster hidup dikaitkan dengan Kekaisaran Persia yang dipimpin oleh Cyrus yang Agung pada pertengahan abad ke-16 SM. Sehingga dua abad kemudian, agama ini diterima oleh raja-raja Persia dan memperoleh pengikut yang cukup banyak.

Sesudah kekaisaran Persia ditaklukkan oleh Aleksander yang Agung (Alexander The Great) pada akhir abad ke-4 SM, agama Zoroaster mengalami kemunduran. Akan tetapi, pada masa Dinasti Sassanid (226 SM), agama Zoroaster diterima sebagai agama resmi negeri Persia.

Karena ketidakmampuannya mengikuti perkembangan politik dan budaya yang ada, agama Majusi mengalami kemunduran. Banyak pengikutnya yang berpindah ke agama lain seperti Islam. Keadaan ini diperparah dengan kabar wafatnya Zoroaster sebagai tokoh pertama agama Majusi.

Saat ini agama Majusi banyak menyebar di Amerika dan Eropa. Mereka meyakini Tuhan yang satu, Ahura Mazda. Selain itu, mereka juga mempercayai konsep surga, neraka, dan juru selamat layaknya agama samawi lainnya.

(MSD)

Frequently Asked Question Section

Apa kepercayaan yang tertuang dalam ajaran agama Majusi?

chevron-down

Agama Majusi menganut kepercayaan mengagungkan api sebagai perwakilan dari sifat Ahura Mazda atau dewa kebaikan.

Apa situs resmi peninggalan agama Majusi yang masih diakui hingga kini?

chevron-down

Situs peninggalan agama Majusi yang masih diakui hingga kini ialah Ateshgah.

Siapa pembawa ajaran agama Majusi?

chevron-down

Agama Majusi dibawa oleh Zoroaster yang berasal dari Persia, Iran.