Konten dari Pengguna

Asbabun Nuzul Surat Al Isra Ayat 17: Kekufuran Kaum 'Aad terhadap Nabi Hud AS

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Alquran. Foto: Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Alquran. Foto: Unsplash

Surat Al Isra merupakan surat urutan ke-17 di dalam Alquran. Surat ini masuk ke dalam kategori surat makiyyah karena diturunkan di Mekkah dan memiliki 111 ayat.

Kata Al Isra ini sendiri mengandung arti perjalanan malam. Oleh sebab itu, dalam surat ini dikisahkan tentang peristiwa perjalanan malam hari dan mikraj Rasulullah SAW. Selain itu, surat Al Isra juga membahas tentang kekuasaan Allah SWT.

Menurut buku Tafsir Al-Quranul Majid An-Nur Jilid 2 oleh Prof. Dr. Teungku Muhammad Hasbi ash-Shiddieqy, kekuasaan Allah SWT yang dibahas dalam surat ini ada pada ayat ke-17.

Dalam ayat tersebut, Allah SWT pernah membinasakan kaum setelah Nabi Nuh karena telah mendustakan-Nya. Berikut ini bunyi bacaan surat Al Isra ayat 17:

وَكَمۡ اَهۡلَكۡنَا مِنَ الۡقُرُوۡنِ مِنۡۢ بَعۡدِ نُوۡحٍ‌ؕ وَكَفٰى بِرَبِّكَ بِذُنُوۡبِ عِبَادِهٖ خَبِيۡرًۢا بَصِيۡرًا‏

Artinya: “Dan berapa banyak kaum setelah Nuh, yang telah Kami binasakan. Dan cukuplah Tuhanmu Yang Maha Mengetahui, Maha Melihat dosa hamba-hamba-Nya.

Bagi yang belum tahu, berikut adalah asbabun nuzul surat Al Isra ayat 17.

Asbabun Nuzul Surat Al Isra Ayat 17

Alquran. Foto: Unsplash

Merangkum buku Asbabun Nuzul: Sebab-sebab Turunnya Ayat Al-Qur'an oleh Imam As-Suyuthi, asbabun nuzul surat Al Israt ayat 17 ini adalah karena umat-umat kafir terdahulu seperti kaum ‘Aad melakukan kekufuran mereka serta berdusta terhadap Nabi Hud AS.

Kaum 'Aad merupakan kaum yang pertama kali menyembah berhala setelah bencana banjir yang turun pada zaman Nabi Nuh AS. Mereka menyembah berhala yang diberi nama Shamud, Shada, dan Al-Haba.

Setelah kekafiran kaum 'Aad semakin menjadi-jadi, Allah SWT mengutus seorang dari kalangan mereka sendiri untuk menjadi rasul-Nya dan mengajak mereka kembali ke jalan yang benar. Rasul yang diutus oleh Allah SWT adalah Nabi Hud AS.

Nabi Hud AS mengajak kaum 'Aad untuk menyembah Allah dan taat kepada setiap perintah-Nya. Ia juga menjanjikan kebaikan-kebaikan yang akan diperoleh di dunia maupun di akhirat apabila mereka mengikutinya.

Namun, bukannya kembali ke jalan Allah SWT, kaum 'Aad justru mendustakan Nabi Hud AS. Dengan sombongnya, kaum 'Aad menantang Nabi Hud AS untuk bisa menunjukkan kekuatan Allah SWT.

Para pemuka kaum 'Aad pun menganggap Nabi Hud AS sebagai orang yang berdusta. Mereka bahkan mengatakan beliau telah kekurangan akal atau gila.

Karena kekufuran para pemuka kaum 'Aad, Allah SWT pun murka. Kemudian, Allah mengirimkan azab berupa badai besar yang menghempas dan membinasakan seluruh kaum 'Aad. Sikap kaum 'Aad yang mendustakan rasul Allah SWT dan berpaling dari rahmat-Nya merupakan bukti keingkaran yang nyata.

(NDA)